Tangerang (ANTARA) - Menyambut Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang menanam 1.000 bibit pohon mangrove di Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Direktur Unicharm Indonesia, Eiji Ito, menegaskan sebagai perusahaan yang mengoperasikan dua unit pabrik di wilayah Karawang, kepedulian lingkungan merupakan pilar fundamental bisnis korporasi. 

Setelah sebelumnya berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada tahun 2021, kali ini melanjutkannya dengan melakukan restorasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari.

“Kami berharap upaya ini mampu membantu mereduksi laju abrasi pantai, memulihkan keseimbangan ekosistem kelautan, memberikan rasa aman bagi warga sekitar, sekaligus menjadi perwujudan konkret dari slogan kami, Ethical Living for SDGs untuk terus menciptakan masa depan yang hijau bagi generasi mendatang," kata Eiji Ito dalam keterangan resminya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga ajak masyarakat tanam mangrove, perkuat ekosistem

Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di Dunia yakni mencapai 23 persen dari total luas mangrove global. Namun, kondisi mangrove di Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius akibat maraknya alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran, hingga abrasi pantai. 

Apabila tindakan restorasi tidak segera dilakukan, maka terdapat risiko besar berupa hilangnya perlindungan bagi masyarakat pesisir, hingga memburuknya krisis lingkungan akibat degradasi wilayah pantai.
    
Pemilihan lokasi didasarkan pada kondisi riil di lapangan berdasarkan data Dinas Pekerjaan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang (2020), lebih dari  23 kilometer garis pantai di Karawang memiliki kondisi abrasi yang buruk1. 

Agus Mustaqim selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang, menambahkan Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. 

Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Oleh karena itu, kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang.

Baca juga: Perkuat pencegahan karhutla, Presiden bentuk badan gambut dan mangrove



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026