Jakarta (ANTARA) - Pada musim 2025, Marc Marquez yang berstatus sebagai juara dunia kembali menelan pil pahit kala tampil di grand prix Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (07/10/2025).
Sepekan setelah merayakan gelar juara dunianya di Sirkuit Motegi, Jepang, Marc Marquez justru tampil melempem di Sirkuit Mandalika, bahkan tak bisa menyelesaikan balapan.
Insiden berawal saat lap pertama. Pembalap asal Spanyol yang sedang berburu posisi terdepan itu bersinggungan dengan pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, di tikungan ketujuh. Benturan tersebut memaksa kedua pembalap gagal menyelesaikan balapan (did not finish/DNF).
Kecelakaan ini menjadi nasib buruk bagi Marquez. Akibat mengalami retak tulang selangka dan cedera bahu kanan, ia dipastikan absen hingga akhir musim.
Sementara Bezzecchi juga mengalami cemoohan dari sebagai pendukung Marc Marquez karena dianggap kurang berhati-hati ketika melakukan manuver dalam balapan tersebut.
Baca juga: MotoGP Indonesia 2027 berlangsung 29-31 Oktober
Memang gelar juara sudah berada di tangan pembalap bernomor 93 tersebut. Namun, nyatanya itu masih belum cukup bagi Marc Marquez untuk bisa memuluskan langkahnya bisa beradaptasi dengan pengembangan Desmosedici yang dipersiapkan untuk musim 2026.
Kejatuhan Marc Marquez di lap pertama tersebut juga memunculkan istilah "Marc Marquez Curse" di jagat media sosial bahwa pembalap asal Catalunya, Spanyolt tersebut memang mendapatkan kutukan ketika tampil di Sirkuit Mandalika.
Semenjak menjalani debut masuk dalam kalender MotoGP pada musim 2022, Sirkuit Mandalika seperti sebuah petaka untuk Marc Marquez yang selalu mengalami DNF dalam empat musim berturut-turut.
Di musim 2022 kala masih berseragam Repsol Honda, Marc Marquez yang baru mencicipi sesi pemanasan, langsung mengalami crash hingga menyebabkannya mundur dari balapan.
Baca juga: PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Semusim berikutnya, Marc Marquez gagal menjalani balapan utama setelah terjatuh dalam sesi sprint race dan balapan utama. Di sprint race, Marc langsung terjatuh saat memasuki putaran awal. Sedangkan di balapan utama, Marc gagal finis karena terjatuh meski telah menjalani setengah balapan.
Lalu di musim 2024, Marc Marquez yang bergabung dengan Gresini Racing mencoba peruntungannya kembali. Marc yang menjalani sprint race dengan mengamankan podium ketiga setelah menjalani start dari urutan ke-12, nyatanya masih belum bisa finis di balapan utama GP Indonesia itu.
Dalam balapan utama, Marc harus terhenti di lap ke-12 setelah Ducati Desmosedici GP23 mengeluarkan kepulan asap hingga bagian mesinnya terbakar. Hal tersebut membuat Marc terpaksa DNF.
Di musim 2026, Marc Marquez yang memburu gelar juara dunia kedelapan tentu saja dihadapkan pada langkah krusial yakni harus melawan "Marc Marquez Curse" dengan bisa tampil maksimal di GP Indonesia.
Baca juga: Camping ground disiapkan untuk penonton MotoGP Indonesia 2026
Krusialnya GP Indonesia
Dalam hitung-hitungan perebutan gelar juara dunia musim ini, grand prix Indonesia yang berlangsung pada 9-11 Oktober mendatang akan menjadi balapan yang krusial untuk bisa mengubah peta persaingan di klasemen.
Pasalnya di GP Indonesia nantinya akan menyuguhkan sprint race dan balapan utama yang bagi pemenangnya akan mendapatkan total 37 poin (pemenang sprint race memperoleh 12 poin dan balapan utama memperoleh 25 poin).
Sirkuit Mandalika terhitung sebagai sirkuit yang sangat susah ditaklukkan bukan hanya oleh Marc Marquez, tapi juga pembalap lainnya.
Trek dengan panjang lintasan mencapai 4.300 km tersebut menyuguhkan trek yang begitu menantang karena karakter lintasan teknis dengan garis lintasan balap tunggal, serta tiupan angin pantai yang kencang.
Baca juga: Penjualan tiket MotoGP Mandalika sudah 42 persen, Veda jadi daya tarik
Dari segi statistik, mahkota penguasa GP Indonesia juga selalu berbeda setiap musimnya sejak 2022 silam. Pemenang di 2022 yakni Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory), kemudian di 2023 dimenangkan oleh Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), di 2024 yaitu Jorge Martin (Prima Pramac), dan terakhir yakni Fermin Aldeguer (Gresini Racing).
Fakta tersebut tentu saja menarik mengingat Mandalika selalu menyajikan balapan yang tidak pernah didominasi hanya oleh satu pembalap saja dari musim ke musim.
Di musim 2025, Sirkuit Mandalika menempati peringkat ketiga sebagai sirkuit dengan angka kecelakaan tertinggi dengan catatan 59 insiden di ajang MotoGP.
Angka tersebut hanya lebih kecil dari dua sirkuit legendaris yakni Sirkuit Le Mans, Perancis dengan catatan 70 insiden dan TT Assen, Belanda dengan catatan 64 insiden.
Di Mandalika terdapat titik tikungan lima dan tikungan sepuluh yang sering menjadi lokasi pembalap kehilangan kendali akibat hard braking atau hilangnya traksi depan.
Kemudian di tikungan 15 dan 16 merupakan tikungan yang menuntut ketepatan pengeraman, dengan sedikit saja kesalahan maka akan membuat pembalap mengalami terkunci atau malah melebar.
Baca juga: Buruan, harga tiket MotoGP Mandalika 2026 masih diskon
Dengan faktor-faktor yang sangat banyak tersebut, di musim ini GP Indonesia harus wajib ditaklukkan oleh pembalap-pembalap semacam Jorge Martin (Aprilia Racing), Marc Marquez, ataupun Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang saat ini bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Saat ini Martinator, julukan Jorge Martin, tengah memimpin klasemen sementara dengan koleksi 306 poin. Disusul oleh Marc Marquez yang berada di peringkat kedua dengan selisih 12 poin. Kemudian The Bezz di peringkat ketiga dengan selisih 42 poin.
Masih tersisa tujuh seri, termasuk dengan GP Indonesia, yang akan dilakoni oleh tiga pembalap tersebut untuk bisa mendulang poin sebanyak mungkin demi bisa memuncaki klasemen hingga akhir musim.
Bos Ducati Lenovo Stefanno Domenicali sempat menyebut bahwa persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini bukan ditentukan lewat seberapa banyak pembalap tersebut menang grand prix, tapi seberapa kuat pembalap tersebut tampil konsisten hingga akhir musim.
Melihat karakter Mandalika yang penuh dengan tantangan tentu ini akan menjadi seri krusial baik bagi Jorge Martin, Marc Marquez, ataupun Marco Bezzecchi untuk bisa mempertahankan performa yang konsisten.
Baca juga: Jorge Martin juara sprint MotoGP Inggris
Pewarta: Fajar SatriyoEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.