Serang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat insiden lalu lintas mobil tangki LPG di ruas Tol Cililitan - Jagorawi, tepatnya di flyover Interchange Cawang arah Bogor pada Minggu.
"Saat kejadian, mobil tangki dalam perjalanan dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPPBE Cikembar Sukabumi setelah melakukan pengisian," kata Reno Fri Daryanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resminya.
Menurut dia, berdasarkan informasi awal, mobil tangki mengalami gangguan kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan mengenai kendaraan lain di sekitarnya.
"Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Awak Mobil Tangki dan pengendara kendaraan lain yang terdampak dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan pemeriksaan," katanya menambahkan.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB dorong petani inovasi Mangga Sliyeg Lor
Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk penanganan kejadian.
Untuk menjaga aspek keselamatan, produk LPG yang berada di dalam mobil tangki akan dilakukan penarikan dan pengamanan terlebih dahulu menggunakan head truck pengganti yang sudah berada di lokasi. Proses penyelesaian dengan pihak kendaraan lain yang terdampak juga telah dilakukan secara musyawarah.
Sesuai SOP yang berlaku, pemeriksaan kondisi Awak Mobil Tangki (AMT) telah dilakukan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik jalan. Pertamina Patra Niaga senantiasa mengutamakan aspek keselamatan (HSSE) dalam setiap operasional distribusi energi serta mengimbau pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati saat berkendara.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga ajak masyarakat tanam mangrove, perkuat ekosistem
Pewarta: Bayu KuncahyoEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.