Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andri Soni terus menunjukkan perhatiannya terhadap kasus hilangnya jurnalis di perairan Selat Sunda dengan menyampaikan perkembangan pencarian kepada istri M. Bagus Khoirunas yang merupakan salah satu korban.

"Desi (istri Bagus) pasti sudah mengetahui perkembangan, tapi kami harus menyampaikan langsung apa informasi terbaru termasuk pengumuman hasil tes DNA atas temuan mayat di Pulau Enggano Bengkulu yang identik dengan salah satu kru kapal," kata Andra Soni di rumah keluarga Bagus di Kota Serang, Banten, Rabu.

Kapolda Banten bersama Kabasarnas Banten dan Gubernur Banten sebelumnya mengumumkan jika mayat yang ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu (11/9) identik dengan Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Senin (7/9). 

Baca juga: DNA jenazah di Enggano identik dengan identitas ABK Arupadatu 1

Selain Surakman, ada tujuh lagi korban yang masih dalam pencarian yakni Bagus Khoirunas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro (Pewarta Foto iNews.id), Firman (Jurnalis Anadolu Agency), Donal (jurnalis lepas), Heriyanto (guide) dan Warta (kapten kapal).

Dalam pertemuannya dengan Desi (istri Bagus red), Andra Soni juga menginformasi tahapan pemeriksaan hingga mayat yang ditemukan di Pulau Enggano ditetapkan sebagai Surakman karena DNA-nya identik dengan sang anak yakni Yayat. 

Desi juga menanyakan apakah pencarian akan kembali dilakukan setelah ditemukan salah satu korban, Andra Soni menjawab jika pencarian tetap berjalan namun bukan operasi seperti yang dilakukan dalam 10 hari yang telah berakhir.

"Semoga yang lain segera ditemukan," kata Andra Soni menegaskan.

Baca juga: ANTARA dedikasikan ruang rapat biro kenang karya pewarta Bagus Khoirunas



Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026