Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa mendalam atas ditemukannya jenazah Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I atas pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
"Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menerima informasi ini," kata Gubernur Andra dalam keterangan resmi yang terkonfirmasi di Tangerang, Rabu.
Ia berharap pihak keluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menerima informasi yang telah dikonfirmasi melalui hasil autopsi dan tes DNA terhadap jenazah di Rumah Sakit Bahayangkara (RS) Polri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, Anak Buah Kapal (ABK) Arupadatu i yang merupakan ayah biologis dari (anak) korban.
Baca juga: DNA jenazah di Enggano identik dengan identitas ABK Arupadatu 1
Gubernur Banten juga mengapresiasi kerja sama intensif dan koordinasi yang baik antara jajaran kepolisian, khususnya Polda Banten, bersama berbagai pihak yang telah berupaya melakukan pencarian hingga penemuan jenazah korban yang hilang kontak bersama rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Pandeglang pada Senin (7/9).
"Kami mengucapkan terima kasih khusus kepada Polda Banten atas kerja sama yang baik selama proses pencarian hingga hari ini, di mana hasil autopsi dan identifikasi telah disampaikan secara transparan kepada publik," tambahnya.
Meski demikian Pemprov Banten menyerahkan sepenuhnya penanganan dan proses lanjutan kepada pihak berwenang. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga serta memantau perkembangan situasi yang ada.
"Kami berpesan kepada pihak keluarga agar diberikan ketabahan dan keikhlasan. Jika memang ada hal-hal yang tidak disengaja, mari kita berlapang dada untuk memaafkan," kata Gubernur Andra Soni.
Baca juga: Posisi kapal pembawa jurnalis masih belum ditemukan
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Banten, mengungkapkan bahwa hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari (anak)," jelasnya.
Untuk tahapan identifikasi temuan jenazah ini bermula dari operasi SAR terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadatu I yang hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, pukul 14.00 WIB, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah sepuluh hari dilakukan operasi pencarian intensif oleh tim gabungan, titik terang mulai muncul pada hari kelima pencarian Sabtu (12/9). Di mana, aparat kepolisian daerah Bengkulu menemukan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Baca juga: Basarnas koordinasi antar-SAR usai identifikasi kru kapal Arupadhatu I
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dokkes Polda Banten berkoordinasi dengan Polda setempat guna mengamankan jenazah dan mengevakuasinya menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk proses identifikasi lanjutan.
"Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA (Disaster Victim Investigation)," paparnya.
Dengan rampungnya proses identifikasi ini, jenazah yang teridentifikasi Sukarman ini kemudian rencananya akan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang menuju rumah duka di wilayah Pandeglang.
"Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," ucap Kapolda Hengki.
Baca juga: Pemkab Serang siapkan festival pulihkan okupansi hotel pascaerupsi Krakatau
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.