Tangerang (ANTARA) - Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta seluruh jajaran kewilayahan memperkuat respons dan kewaspadaan dini menghadapi bencana hidrometeorologi seperti kemarau ekstrem yang berpotensi meningkatkan berbagai risiko di tengah masyarakat.

Menurut dia, kemarau ekstrem tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran dan persoalan lingkungan lainnya. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah perlu berjalan bersama kesadaran masyarakat.

“Kemarau ekstrem bukan hanya soal kekeringan atau ketersediaan air. Kita juga harus waspada terhadap potensi kebakaran. Kesiapsiagaan pemerintah harus diperkuat, sekaligus mengajak masyarakat saling menjaga dan saling mengingatkan,” ujar Sachrudin saat memimpin Apel Pembinaan Wilayah di Kecamatan Benda, Senin.

Baca juga: Ormas harus hadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat

Ia menjelaskan, pembinaan wilayah penting untuk memastikan setiap persoalan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Aparat kewilayahan diminta mengenal wilayah, memahami kondisi masyarakat, serta aktif membangun komunikasi di lapangan.

“Aparat wilayah harus kenal wilayahnya, kenal masyarakatnya, dan tahu persoalannya. Jangan sampai pemerintah baru mengetahui ketika masalah sudah membesar, harus lebih gerak cepat,” tegasnya.

Sachrudin juga meminta jajaran kewilayahan tidak bekerja secara reaktif dengan hanya menunggu laporan masyarakat. Setiap persoalan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kebutuhan penanganannya.

“Kita ini pamong. Jangan menunggu masyarakat datang ke kantor. Kalau bisa diselesaikan di kelurahan, segera selesaikan. Kalau membutuhkan dukungan kecamatan atau perangkat daerah, segera komunikasikan,” katanya.

Baca juga: 48 persen dari 113.990 anak sudah ikuti imunisasi

Lebih lanjut Sachrudin menekankan agar aparatur kewilayahan menjadi pelayan masyarakat yang senantiasa responsif dan solutif, sekaligus mata, telinga, dan tangan pemerintah yang cepat menangkap persoalan serta tidak menunggu masalah membesar untuk bergerak.

“Kita ingin masyarakat merasakan pemerintah hadir, bukan hanya ketika ada kegiatan, tetapi ketika mereka membutuhkan bantuan, pelayanan, dan solusi,” pungkas Sachrudin.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengimbau masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan selama musim kemarau. Tumpukan sampah, rumput dan semak yang mengering dapat menjadi material yang mudah terbakar ketika terkena api.

”Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lingkungan yang kering membuat api berpotensi menjalar lebih cepat. Terlebih, pembakaran sampah yang dilakukan di ruang terbuka sulit dikendalikan apabila terkena angin,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Tangerang sebut keselamatan transportasi harus jadi budaya warga

Menurut dia, pencegahan kebakaran dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diminta memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memicu api di dekat tumpukan sampah, rumput kering, lahan kosong, maupun material mudah terbakar lainnya.

Selain pembakaran sampah, masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat menggunakan sumber api maupun peralatan yang menghasilkan panas. Api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak diawasi dan kondisi di sekitarnya kering.

”Segera melapor apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan darurat 112 agar petugas dapat segera melakukan penanganan,” kata Mahdiar.

Baca juga: Forkopimda Tangerang selesaikan perselisihan tempat ibadah GKPI



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026