Tangerang (ANTARA) - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan risiko anemia dan kesehatan gigi menjadi dua risiko besar yang ditemukan Dinas Kesehatan setempat setelah melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 292 ribu pelajar setempat.

"Dari 292 ribu pelajar yang melaksanakan CKG, 13 persen di antaranya mengalami anemia dan urutan kedua adalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang," kata dia dalam keterangan di Tangerang, Jumat.

Temuan lain CKG pelajar, katanya, yakni kecemasan atau stres ringan serta penurunan ketajaman penglihatan.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan penyakit, melainkan risiko kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas dan proses belajar anak.

Baca juga: Wali Kota: CKG bangun kesadaran masyarakat peduli kesehatan

Untuk risiko anemia lebih banyak ditemukan pada pelajar perempuan yang merasakan kekurangan darah, sedangkan untuk kecemasan ringan, pada pelajar merasakan karena persoalan sehari-hari seperti kekhawatiran tugas sekolah tidak selesai, takut tidak naik kelas, atau dimarahi orang tua.

Penurunan ketajaman penglihatan salah satunya dapat berkaitan dengan kebiasaan menggunakan telepon seluler dalam jarak dekat. Kondisi tersebut dapat membuat pelajar kesulitan melihat tulisan di papan kelas dan berpotensi mengganggu proses belajar.

Dari empat temuan besar tersebut, Pemkot Tangsel kemudian melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya gerakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, terutama bagi remaja putri. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mencegah anemia sejak usia sekolah.

"Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini," kata Benyamin.

Baca juga: Disarankan lanjut kontrol jika masyarakat terdeteksi hipertensi usai CKG

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan pencegahan anemia pada remaja putri penting dilakukan sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.

Dia menjelaskan anemia pada ibu hamil salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting.

Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak masa remaja.

"Sebenarnya ini upaya kita dari dulu ya, bagaimana remaja ini tidak mengalami anemia sehingga, nanti dia bisa melahirkan juga generasi-generasi yang sehat gitu," demikian Allin.

Baca juga: Ormas harus hadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026