Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, menekankan kepada masyarakat yang terdeteksi hipertensi usai mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk melanjutkan kontrol ke puskesmas atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang, dr. Yumelda Ismawir di Tangerang, Jumat, mengatakan warga penderita hipertensi biasanya diberikan obat untuk jangka waktu 15 hari usia CKG. Setelah itu disarankan tidak berhenti untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali dan mencegah komplikasi.
"Kalau sudah terdiagnosis hipertensi, masyarakat harus melakukan kontrol secara rutin ke fasilitas kesehatan. Jangan menghentikan pengobatan sendiri meskipun sudah merasa sehat atau tekanan darah sudah membaik," kata dr. Yumelda di Tangerang, Jumat.
Baca juga: Dinkes: Cegah abu menyebar di rumah, cuci pakaian dari luar terpisah
Hingga Agustus 2026, pelaksanaan CKG di Kota Tangerang telah menjangkau sekitar 926.384 warga atau 49,45 persen. Berdasarkan hasil CKG, faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi perhatian.
Pada kelompok usia di atas 15 tahun, temuan meliputi dislipidemia sebesar 59,02 persen, obesitas 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa 12,85 persen, dan hipertensi 3,2 persen.
Selain menjalani pengobatan, lanjut dr Yumleda, masyarakat juga perlu melakukan perubahan pola hidup. Warga dengan hipertensi dianjurkan menjaga pola makan, membatasi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Baca juga: Tangani abu Krakatau, Dinkes Serang lakukan mitigasi kesehatan
Pasalnya hipertensi sering kali tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Karena itu, seseorang tetap perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala meskipun merasa sehat. Pemeriksaan rutin membantu mengetahui kondisi tekanan darah dan menentukan langkah penanganan apabila terdapat masalah.
”Dinkes Kota Tangerang juga mendorong keluarga untuk ikut mendukung warga yang menjalani pengobatan hipertensi. Dukungan keluarga dapat membantu pasien lebih konsisten mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, melakukan kontrol, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat,” imbau dr. Yumelda.
Melalui CKG, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat menjadikan hasil pemeriksaan sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
"Warga yang menemukan adanya hipertensi diharapkan segera mengikuti arahan tenaga kesehatan, rutin melakukan kontrol, dan tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu," kata dia.
Baca juga: Pemkot Tangerang manfaatkan kemarau angkat sedimen di kali
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.