Pandeglang (ANTARA) - ‎Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengimbau nelayan di pesisir daerah itu untuk tidak melaut akibat dampak meningkatnya erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda.

‎"Peringatan imbauan itu guna menghindari kecelakaan laut," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar saat dihubungi di Pandeglang,Selasa.

‎Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) status Gunung Anak Krakatau berada di Level III (Siaga).

‎Namun, jika nelayan tetap memaksakan melaut, Uun mengingatkan agar mereka tetap waspada dan berhati-hati, serta tidak mendekati kawasan GAK.

Baca juga: Basarnas Banten bagikan masker di obyek wisata Pantai Carita Pandeglang

‎Petugas PVMBG memberikan rekomendasi sejauh radius 3 kilometer dari pusat kegempaan erupsi GAK itu.

‎Selain itu juga masyarakat pesisir agar tetap meningkatkan kewaspadaan dampak erupsi GAK.

‎"Kami minta nelayan sebaiknya tak melaut dulu menghindari kecelakaan laut itu," ujar Uun.

‎Sejumlah nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Teluk Labuan dan Pantai Carita, Pandeglang mengaku bahwa mereka sudah beberapa hari terakhir tak melaut, karena populasi ikan tidak ada akibat dampak erupsi GAK.

‎Para nelayan kini menambatkan kapal di TPI sambil menunggu kembali cuaca normal..

‎"Kami sekarang manfaatkan waktu tak melaut dengan memperbaiki alat tangkap dan merawat kapal," kata Samsul, seorang nelayan TPI Teluk Labuan, Pandeglang.

Baca juga: Sejumlah nelayan di Pandeglang sementara tidak melaut



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026