Lebak (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten menggunakan kendaraan taktis yakni mobil Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyemprot abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di sejumlah ruas jalan wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.
Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arninsi di Lebak, Selasa, mengatakan kegiatan penyiraman itu untuk mengurangi debu abu vulkanik GAK yang berada di permukaan jalan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
"Kami melakukan penyemprotan itu sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi debu yang berada di jalan, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan," kata Arnisi.
Penyemprotan abu vulkanik itu menggunakan mobil (rantis) dengan kapasitas air 16 ribu liter.
Baca juga: Polres Lebak buru pelaku dua kasus curanmor
Selama ini, dampak erupsi GAK menimbulkan sebaran abu vulkanik,selain permukaan jalan juga rumah masyarakat hingga kendaraan.
Namun demikian, pihaknya hingga kini tidak ditemukan warga Lebak yang dirujuk ke rumah sakit akibat debu abu vulkanik itu.
"Kami minta masyarakat jika ke luar rumah agar menggunakan masker dan kacamata sehingga terlindungi dari pernafasan dan iritasi mata," kata Kapolres Lebak.
Arnisi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban serta melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan situasi yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi maupun imbauan dari pihak berwenang.
"Kami berkomitmen hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak bencana maupun kondisi lingkungan yang dapat mengganggu aktivitas warga," katanya.
Baca juga: Pemkab Lebak perpanjang PJJ akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.