Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, saat ini telah mengambil langkah intervensi dalam menjamin ketersediaan masker untuk kebutuhan masyarakat di tengah ancaman sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi di Tangerang, Selasa mengatakan bahwa sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kepanikan dan mengatasi potensi kelangkaan masker di pasaran, pihaknya bersama para pemangku kepentingan terkait telah mendistribusikan masker secara cuma-cuma kepada masyarakat.

"Intervensi ini diprioritaskan bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar terlindungi dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," katanya.

Baca juga: Pemkab Tangerang tetap buka layanan publik dengan penerapan prokes

Ia bilang, pemerintah daerah melakukan pendistribusian melalui pembagaian masker gratis untuk memastikan stok logistik kesehatan tetap aman dan mencukupi kebutuhan warga terdampak.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying dalam memborong masker di tengah potensi paparan abu vulkanik.

"Kita sudah menyampaikan imbauan, ada edaran juga dari Pak Bupati, dari Kemenkes juga ada. Kita sampaikan memang harus kita laksanakan untuk menjaga kesehatan karena butir-butir abu vulkanik itu memang berbahaya," paparnya.

Dalam hal ini, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi pemerintah. Langkah pencegahan dinilai penting mengingat partikel butir-butir abu vulkanik berisiko buruk bagi kesehatan saluran pernapasan.

Selain itu, Dinkes Kabupaten Tangerang terus mengingatkan warga yang beraktivitas di luar rumah agar disiplin mengenakan masker sebagai pelindung diri.

"Warga juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi dan edaran resmi dari pemerintah daerah maupun Kementerian Kesehatan," kata dia.

Baca juga: Antisipasi abu vulkanik, TK hingga SMP di Tangerang jalani PJJ

Sebelumnya, ketersediaan masker di toko hingga pasaran di Kabupaten Tangerang, Banten semat mengalami kelangkaan pasca meningkatnya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Salah seorang pengecer masker di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rini mengatakan, permintaan masker mulai meningkat sejak Minggu (6/9). "Ramainya itu pas sore, setelah ramai imbauan pakai masker," katanya.

Menurut dia, sebagian besar pembeli datang untuk membeli masker dalam jumlah banyak. Namun, ia terpaksa membatasi pembelian maksimal tiga hingga empat masker per orang agar stok yang tersisa dapat dibagikan kepada pembeli lainnya.

"Rata-rata mereka mintanya per boks. Tapi saya cuma kasih satuan aja, paling 3 sampai 4 masker karena stok saya juga sedikit," ujarnya.

Baca juga: Bupati minta warga Tangerang pakai masker antisipasi abu Gunung Anak Krakatau

Rini mengaku belum menambah persediaan karena harga masker di sejumlah toko daring mengalami kenaikan. Ia mengatakan, harga yang sebelumnya sekitar Rp17 ribu per boks kini mencapai Rp25 ribu.

"Saya pesannya dari toko yang ada di Shopee, stoknya juga sudah enggak ada, sekalinya ada juga harganya mahal banget. Biasanya satu boks itu Rp17 ribu, sekarang naik jadi Rp25 ribu, gimana saya mau jualnya," kata dia.

Baca juga: Pemkab Tangerang genjot skrining TBC lewat Program CKG



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026