Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Banten memastikan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan aman dan lancar meskipun ada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala BPBD Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, di Serang, Minggu, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan terkini arus penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut tidak terganggu.

"Untuk penyeberangan yang ada di Kota Cilegon yaitu di Pelabuhan Merak ini kami pantau masih aman dan aktivitas penyeberangan dari Merak ke Bakauheni masih berjalan dengan lancar," ujarnya.

Baca juga: Kapal diminta jaga jarak radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau

Selain memastikan kelancaran di pelabuhan, Aziz menjelaskan bahwa secara umum kondisi Kota Cilegon masih terpantau aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

BPBD telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, serta sektor industri di Cilegon untuk langkah kesiapsiagaan.

Sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik, BPBD telah membagikan masker kepada masyarakat. Aziz juga mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

"Kalau pun harus keluar rumah, itu harus menggunakan masker dan penutup kepala bagi pengguna kendaraan roda dua," tambahnya.

Baca juga: InJourney siapkan bus bagi penumpang penerbangan terdampak di Soetta

Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat erupsi tersebut. Dampak yang dirasakan di Kota Cilegon hanya berupa sebaran debu vulkanik di beberapa titik rumah warga, namun dalam kategori tidak parah. Hal ini disebabkan oleh posisi arah angin yang tidak menuju ke arah pemukiman secara langsung.

"Anginnya bukan ke arah timur, tapi ke arah barat daya," jelas Aziz.

Selain faktor angin, jarak yang relatif jauh antara Kota Cilegon dengan Gunung Anak Krakatau juga membuat dampak erupsi di wilayah ini lebih minim dibandingkan daerah lainnya.

Baca juga: ANTARA bagikan masker ke warga terdampak abu Anak Krakatau



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026