Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya, menerjunkan sedikitnya 523 personel gabungan untuk memastikan keamanan dan kondusivitas pasca pembatalan penerbangan di bandara tersebut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana di Tangerang, Minggu, menjelaskan bahwa kehadiran ratusan personel tersebut difokuskan untuk mengawal berbagai langkah mitigasi di lapangan, mulai dari aspek kesehatan, keamanan, hingga pemenuhan hak-hak penumpang.

"Kami dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam hal memitigasi dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau sudah melakukan upaya-upaya mitigasi. Personel yang kami siagakan dari Polres sendiri dan Polda Metro Jaya ada kurang lebih 523 personel untuk melakukan pelayanan kepada para pengguna jasa bandara," katanya menjelaskan.

Baca juga: Polisi beri layanan kesehatan bagi penumpang di Bandara Soetta

Ia mengatakan, ratusan personel keamanan ini akan memastikan situasi tetap aman, kondusif, serta memberikan pelayanan optimal bagi para penumpang yang terdampak penundaan dan pembatalan penerbangan.

Dalam upaya mitigasi tersebut, lanjut dia, pihak kepolisian juga bersama stakeholder terkait seperti Angkasa Pura dan maskapai penerbangan mengawal beberapa hal penting di antaranya informasi kepastian hak para penumpang penerbangan.

"Kepolisian memastikan pihak maskapai memberikan kejelasan informasi serta memfasilitasi penumpang yang ingin menjadwalkan ulang penerbangan (reschedule) maupun pengembalian dana tiket (refund). Langkah pengembalian dana ini dinilai efektif mengurai kepadatan, mengingat sebagian penumpang memilih langsung melakukan refund alih-alih menunggu kepastian terbang," ungkapnya.

Selain itu, jajarannya telah memberi layanan kesehatan bagi para penumpang penerbangan yang terpapar debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker kepada para penumpang.

Baca juga: Garuda Indonesia batalkan seluruh penerbangan Jakarta hingga Lampung

Kemudian, pemeriksaan kesehatan jemput bola juga dilakukan, khususnya bagi penumpang lansia dan yang membutuhkan penanganan khusus. Hingga kini, dilaporkan belum ada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan serius.

"Bersama Angkasa Pura dan maskapai, kepolisian turut memastikan pembagian makanan dan minuman (service recovery) tersalurkan dengan baik kepada para penumpang yang terdampak penundaan jadwal," ujarnya.

Terkait dinamika operasional penerbangan, berdasarkan NOTAM terbaru per Minggu (6/9) pukul 15.00 WIB, penundaan atau pembatalan penerbangan diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB dan akan terus dievaluasi secara berkala setiap 4 jam bersama Kementerian Perhubungan.

Baca juga: 209 penerbangan tertunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau

Sementara itu, untuk mengantisipasi penerbangan internasional yang terdampak, pemerintah telah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai bandara alternatif, seperti yang disiapkan untuk memfasilitasi kepulangan jamaah umrah oleh maskapai Garuda Indonesia.

Meski sempat memicu penumpukan penumpang di Terminal 1, 2, dan 3 sejak pagi hari, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi secara keseluruhan tetap terkendali. Arus transportasi umum dan moda pendukung seperti taksi serta kereta bandara juga dilaporkan masih beroperasi secara normal tanpa adanya keluhan berarti dari masyarakat.

"Sampai saat ini alhamdulillah situasi masih dalam keadaan kondusif, masih aman. Kami memastikan dan berkolaborasi dengan pihak stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta akan selalu mengelola situasi kepada para penumpang, memastikan mereka mendapatkan kepastian informasi," kata dia.

Baca juga: AirNav perketat pemantauan udara atas erupsi Gunung Anak Krakatau

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026