Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menyebut ketersediaan pangan di daerah itu relatif aman di tengah kemarau fenomena El Nino karena panen masih berlangsung sampai Oktober 2026.

‎"Kita meyakini persediaan beras lokal melimpah dan surplus," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar kepada jurnalis di Lebak, Sabtu.

Selama ini produksi pangan di Kabupaten Lebak tidak ada masalah dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa.

Kabupaten Lebak, kata dia, merupakan sentra lumbung pangan terbesar di Provinsi Banten dengan tiga kali panen dalam setahun.

Baca juga: Harga beras medium di Lebak naik tipis Rp100 per kg

Selain itu juga di tengah fenomena El Nino terjaga produksi pangan, karena di beberapa daerah masih berlangsung panen.

Oleh karena itu, dia menambahkan, pemerintah daerah menjamin ketersediaan pangan relatif aman dan mencukupi hingga tahun 2027.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dilaporkan surplus selama 14 bulan atau 191.477 ton dari total produksi Januari-Juli 2026 sebanyak 281.458 ton, dengan kebutuhan konsumsi pangan masyarakat 154.253 ton per tahun atau rata-rata 12. 854 per bulan untuk penduduk 1,5 jiwa per tahun.

Baca juga: DKP Kota Tangerang gencarkan program Bentor Pangan, jual beras murah

Sedangkan kebutuhan beras yang terserap dari Januari-Juli 2026 sebanyak 89.981 ton.

Selain itu juga stok beras dari Perum Bulog Cabang Lebak sebanyak 27 ribu ton.

‎"Kami mengapresiasi persediaan pangan mencukupi dan surplus untuk masyarakat," katanya menjelaskan.

Baca juga: Hadapi kemarau panjang, Bulog Lebak pastikan stok beras aman



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026