Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyebut efek domino program makan bergizi gratis (MBG) di delapan Kabupaten/Kota tak hanya meningkatkan semangat belajar anak-anak namunuga berhasil menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan.

Ia menjelaskan tren pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten terus menunjukkan hasil positif dari tahun 2024 ke 2025 hingga triwulan pertama di tahun 2026.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Banten pada angka 5,37 persen, meningkat dari capaian 2024 sebesar 4,75 persen. Tren positif itu terus berlanjut pada triwulan pertama tahun 2026 yang mencapai 5,64 persen.

"Capaian ini terlepas dari intervensi program pemerintah pusat salah satunya MBG. Di Banten, sebanyak 3,5 juta anak sekolah telah menjadi penerima manfaat program ini," kata Gubernur Andra.

Baca juga: Presiden Prabowo paparkan MBG dan ketahanan pangan di EEF ke-11

Efek domino lain dari program tersebut juga dirasakan oleh para petani yang dibuktikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 tercatat berada di kisaran angka 113,02.

Guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan, Pemprov Banten hingga tahun 2026 telah membangun 81 kilometer saluran irigasi yang mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.

"Dampaknya, masa tanam padi bertambah dari semula dua kali menjadi tiga kali setahun. Produksi padi pun meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun. Walaupun dekat dengan Jakarta, Banten kini mampu menjadi lumbung padi nasional peringkat kedelapan," kata Andra.

Pada sektor kelembagaan dan pendidikan, Pemprov Banten telah membentuk 1.551 Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan, dengan lebih dari 700 di antaranya sudah beroperasi secara fisik.

"Program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 120 ribu siswa kelas X dan XI," katanya.

Baca juga: SPPG di Lebak utamakan makanan MBG berkualitas dan higienis



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026