Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mengoptimalkan tren positif pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,49 persen pada Triwulan II 2026 agar memberikan dampak nyata terhadap perluasan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni, di Serang, Jumat, menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar mengejar kenaikan angka statistik di atas kertas. Capaian solid tersebut harus diterjemahkan menjadi ekosistem kebijakan inklusif yang manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan warga.
“Capaian ini menjadi modal optimisme yang harus kita jaga. Seluruhnya harus bergerak dalam satu ekosistem ekonomi Banten. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Banten,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Serang perkuat sinergi perbankan gerakkan ekonomi daerah
Guna memastikan pertumbuhan tersebut berdampak luas, Pemprov Banten memfokuskan pelaksanaan pada sejumlah langkah strategis diantaranya mempertahankan daya tarik penanaman modal yang pada 2025 sukses menembus Rp130,2 triliun atau melampaui target Rp119,5 triliun, sehingga menempatkan Banten di posisi keempat nasional dengan serapan 214 ribu tenaga kerja.
"Memacu sektor-sektor penyokong utama yang tumbuh pesat, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 17,88 persen, transportasi dan pergudangan 13,84 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 15,29 persen," katanya.
Pemprov Banten juga mendorong sinergi bersama pemangku kepentingan untuk menerjemahkan data dan kajian ekonomi menjadi kebijakan konkret terkait pengendalian inflasi, ketahanan pangan, penguatan UMKM, hingga digitalisasi transaksi.
Andra menambahkan bahwa fondasi perekonomian daerah kini semakin kuat, terlihat dari tren pertumbuhan yang konsisten naik dari 4,79 persen pada 2024, menjadi 5,37 persen pada 2025, hingga menembus 5,49 persen pada pertengahan 2026.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Sofwan Kurnia, mengonfirmasi bahwa fundamental ekonomi Banten saat ini sangat solid dengan tingkat inflasi yang terkendali, pertumbuhan di atas rata-rata nasional, serta prospek investasi yang cerah.
Baca juga: IIPE 2026 disebut dongkrak peluang bisnis dan ekonomi daerah
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.