Lebak (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lebak, Banten, guna meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di daerah itu.
"Lima kampung nelayan yang kini sedang dibangun tersebar di lima desa yakni Desa Muara, Desa Bayah Barat, Desa Darmasari, Desa Sawarna dan Desa Cireunde," kata Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah dalam keterangan di Lebak, Jumat .
Pembangunan kelima kampung nelayan tersebut telah dimulai sejak dua pekan lalu dan masih tahap pemasangan pondasi serta ditargetkan rampung sebelum Desember 2026.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan kebijakan strategi pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca juga: KKP bangun KNMP di 5 kampung pesisir Lebak
Pembangunan kampung nelayan itu terdiri dari tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, sentra kuliner, kios perbekalan, docking perahu, bengkel, kantor pengelola, tempat sampah, gudang penyimpanan berpendingin dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan yang selama ini cukup tinggi, mengingat banyak nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga rendah karena tidak memiliki sarana penyimpanan yang memadai untuk menjaga kualitas ikan, lanjutnya.
Dengan adanya penyimpangan berpendingin atau cold storage, kata dia, dipastikan nilai ikan memiliki kualitas.
Kondisi demikian, tentu memberi ruang bagi nelayan untuk menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan, sehingga pendapatan mereka berpotensi meningkat secara signifikan.
Baca juga: Pemkab Lebak optimistis KNMP bisa jadi penggerak ekonomi pesisir
Selain itu juga pabrik es juga menjadi fasilitas vital dalam mendukung aktivitas melaut. Selama ini, kata dia, nelayan harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan es, sebelum berangkat ke laut, sehingga dapat menambah biaya operasional dan mengurangi efisiensi waktu kerja.
"Kami meyakini pembangunan lima kampung nelayan dipastikan menjadi pusat ekonomi nelayan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat pesisir," katanya.
Rizal mengatakan keberadaan KNMP tentu bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung penyerapan hasil perikanan.
Kopdes Merah Putih bisa menampung hasil usaha tangkapan nelayan dan dipasarkan untuk peningkatan protein hewani program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemungkinan besar Koperasi menjalin kerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/MBG, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami meyakini adanya kampung nelayan bisa menjadi penggerak ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir, sehingga dapat mengendalikan kemiskinan," katanya menambahkan.
Baca juga: Polda Banten selidiki ledakan diduga bom yang tewaskan nelayan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.