Lebak (ANTARA) - ‎Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menstabilkan harga bahan pokok sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

‎Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak Tubagus Sonip di Lebak, Kamis, mengatakan pihaknya mengoptimalkan pelaksanaan GPM di Kecamatan Wanasalam, Rangkasbitung dan Sajira.

‎Selain itu juga pelaksanaan GPM yang dilakukan Provinsi Banten di Kecamatan Warunggunung, Maja, Curugbitung dan Cibadak.

‎"Kami juga melakukan GPM dengan mobiling (mobil keliling) ke sejumlah kecamatan hingga empat kali," kata Sonip.

Baca juga: Harga beras medium di Lebak naik tipis Rp100 per kg

‎Menurut dia, kegiatan pelaksanaan GPM bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok agar daya beli masyarakat meningkat.

‎Saat ini, ia mengatakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Lebak mulai terjadi kenaikan. ‎Karena itu, pihaknya mengoptimalkan pelaksanaan GPM dengan menggandeng perusahaan sembako dan Perum Bulog.

‎Komoditas bahan pokok yang dijual pada kegiatan GPM itu antara lain tepung terigu, gula putih, beras medium, minyak goreng dan telur.

Baca juga: Cek harga daging ayam sesuai HAP, Pemkot Tangerang terjunkan tim khusus

‎Begitu juga bawang merah, bawang putih, cabai rawit,daging unggas, daging kerbau beku dan daging sapi beku.

‎"Semua komoditas bahan pokok yang dijual itu lebih murah dibandingkan harga di pasaran," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Samsiah, warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa terbantu adanya pelaksanaan GPM karena harganya murah dibandingkan harga di pasaran

‎"Kami membeli bahan pokok Rp100 ribu bisa mencukupi satu pekan kedepan," katanya.

‎Baca juga: Awal bulan, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex naik



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026