Lebak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, Banten melakukan pengecekan kekurangan hasil tabulasi agregat, termasuk kemungkinan terlewati untuk memastikan seluruh data Sensus Ekonomi 2026 di daerah itu.
Fungsional Statistisi BPS Kabupaten Lebak Yulian Sarwo Edi dalam keterangan di Lebak, Kamis, mengatakan mesti pendataan Sensus Ekonomi berakhir 31 Agustus 2026, namun petugas pencacah sebanyak 1.507 orang masih melakukan pengecekan kekurangan hasil tabulasi agregat untuk memastikan keakuratan data tersebut.
Selain itu juga petugas melakukan penyisiran terhadap para pelaku usaha atau perusahaan yang belum berhasil ditemui, belum terdata, atau tidak tercantum dalam daftar awal (pre-list).
Baca juga: Sensus ekonomi Banten jadi fondasi tekan kesenjangan wilayah
Penyisiran itu agar terjamin kelengkapan, keakuratan, dan kualitas basis data perekonomian secara menyeluruh.
Sebab, terkadang pelaku usaha atau perusahaan enggan memberikan data yang jujur, karena khawatir berdampak terhadap pembayaran pajak.
Menurut dia, petugas sensus cukup hati- hati menghadapinya agar data Sensus Ekonomi 2026 valid dan akurat.
Pendataan pelaku usaha itu mulai warung sembako, kafe, usaha rumahan offline atau online, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Baca juga: DPRD Banten ajak masyarakat sukseskan sensus ekonomi
Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memastikan hasil pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan pendataan mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.
"Kemungkinan akhir tahun 2026 itu bisa dipastikan semuanya terdata dengan baik setelah dilakukan checking ulang itu," katanya.
Menurut dia, petugas pencacah juga melakukan penyisiran untuk mengecek pelaku UMKM masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak.
Pelaku UMKM di daerah itu tumbuh dan berkembang juga menyumbangkan ekonomi masyarakat setempat.
Mereka melakukan penyisiran data ulang di komunitas Badui, karena didampingi petugas desa setempat juga tidak ada kegiatan adat.
"Kami berharap pengecekan dan penyisiran dalam Sensus Ekonomi berjalan sukses dan bisa dijadikan dasar pemerintah untuk arah kebijakan," katanya.
Baca juga: Pemprov Banten libatkan perangkat lingkungan perkuat akurasi Sensus Ekonomi
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.