Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmennya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) calon tenaga kerja agar menjadi terampil, kompeten, dan unggul sesuai kebutuhan dunia industri.
Salah satu upaya yang dilakukannya yakni melalui pelatihan vokasi yang menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja.
“Karena itu, pelatihan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja,” kata Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangan resmi yang diterima media di Serang, Rabu.
Baca juga: Menaker Yassierli pastikan lulusan vokasi terserap lewat kurikulum industri
Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa (1/9) juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Andra Soni mengatakan, melalui pelatihan vokasi, semakin banyak tenaga kerja diharapkan memperoleh sertifikat kompetensi, memiliki kesiapan memasuki dunia kerja, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan peluang usaha yang pada akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Keberadaan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” katanya.
Baca juga: Tahun depan, Kemnaker targetkan tambah 19 balai latihan vokasi
Andra Soni menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi Banten.
"Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, adaptif, dan berdaya saing," katanya.
Andra Soni optimistis Pelatihan Vokasi Nasional dapat semakin memperkuat kemitraan dan link and match antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri.
Andra Soni berharap sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan, BBPVP Serang, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia usaha dan dunia industri terus diperkuat.
“Dengan kolaborasi tersebut diharapkan semakin banyak warga Banten memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Andra Soni.
Baca juga: Tekan 'skill gap', Pemerintah sasar 220 ribu peserta vokasi per tahun
Sementara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan magang sebagai bagian dari upaya mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.
Menaker menyampaikan adanya tambahan anggaran untuk program magang sebesar Rp4,2 triliun dan pelatihan vokasi sebesar Rp1,7 triliun. Tambahan anggaran tersebut meningkatkan kapasitas program magang hingga 150 ribu peserta dan tambahan kapasitas pelatihan vokasi sebanyak 270 ribu peserta.
“Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi anak muda kita. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pastikan Anda lulus dengan baik sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, kata Yassierli, terdapat lebih dari 30 ribu orang mendaftar dan sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan dengan durasi pelatihan bervariasi, mulai dari dua minggu hingga dua bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi.
Baca juga: Tekan TPT, Disnakertrans Banten dukung pengembangan pendidikan vokasi
Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menargetkan pelatihan vokasi dapat menjangkau hingga 330 ribu orang. Berbagai bidang prioritas disiapkan, antara lain welding, green skill, smart operation, agroforestry, kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital skill, hospitality, dan lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap program pendidikan vokasi di tingkat SMK sebagaimana disampaikan Gubernur Banten Andra Soni.
"Kami mendukung program ini sesuai dengan apa yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) butuhkan," kata Septo Kalnadi.
Ia mengatakan, secara teknis pelaksanaan program pendidikan vokasi diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten sesuai kewenangannya.
Namun demikian, Disnakertrans Banten siap mendukung program percontohan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi Disnakertrans dalam program tersebut Adv.
Baca juga: Cetak SDM siap kerja, Pemprov Banten kembangkan vokasi SMK
Pewarta: Bayu KuncahyoEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.