Serang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memperluas pengembangan produksi bawang merah di tujuh kecamatan sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo di Serang, Senin, mengatakan perluasan kawasan tanam ini menjadi prioritas mengingat tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut.
Langkah strategis yang dijalankan meliputi perluasan lahan garapan dengan mengusulkan lahan baru ke Kementerian Pertanian melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
"Bulan September nanti kami sudah mengajukan perluasan lahan seluas 52,2 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan," katanya.
Baca juga: Tekan inflasi, Pemkab Serang gelar panen raya bawang merah
Ia mengatakan bahwa perluasan area penanaman difokuskan pada tujuh wilayah potensial, yakni Kecamatan Lebakwangi, Kramatwatu, Mancak, Waringinkurung, Baros, Cikeusal, dan Kibin.
Selain itu, kata dia, ke depan akan dilakukan manajemen panen bertahap dengan jadwal tanam antar kecamatan sengaja diatur secara bergilir guna menjamin ketersediaan pasokan setiap hari.
"Kita mau bawang ini kebutuhan nya tidak sekaligus panen habis, tetapi bertahap terus. Jadi, setiap hari itu ada panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, agar tidak suplai dari luar daerah," ujarnya.
Menurut Suhardjo, perbanyakan kawasan tanam yang dikelola dengan manajemen waktu panen yang terukur menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga. Mengingat tingkat konsumsi bawang merah di Kabupaten Serang tergolong cukup tinggi, menjadikannya salah satu komoditas bahan pokok penting yang kerap memengaruhi gejolak inflasi daerah.
Baca juga: Produksi Bawang merah di Kabupaten Serang penuhi 12 persen kebutuhan
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.