Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat rutin memantau prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah terkait dengan perubahan kondisi cuaca dalam sepekan ini, guna menjaga kesehatan tubuh.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Senin, mengatakan kondisi cuaca selama sepekan diperkirakan didominasi berawan hingga cerah dengan suhu udara 24 hingga 34 derajat Celcius.

”Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca. Terutama bagi warga yang bepergian menggunakan sepeda motor, bekerja di luar ruangan, maupun memiliki kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka,” katanya.

Baca juga: BMKG prakirakan hujan ringan bakal guyur sejumlah kota

Ia mengatakan pemantauan cuaca juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak kondisi yang dapat mengganggu aktivitas.

Dia mengharapkan warga tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat akan berangkat, tetapi mengecek perkembangan prakiraan secara berkala.

“Dengan mengetahui prakiraan cuaca sejak awal, masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan perjalanan, menyesuaikan jadwal kegiatan, serta mengambil langkah antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca,” katanya.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan dalam mewujudkan Kota Sehat, Pemkot Tangerang terus memperkuat sembilan tatanan mulai dari kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, hingga penanggulangan bencana.

Baca juga: BPBD Kota Tangerang siapkan tujuh percontohan Sekolah Aman Bencana

Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan kondisi dalam keadaan prima sebab CKG menghadirkan layanan pemeriksaan yang lengkap seperti skrining kesehatan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan CKG mencakup pemeriksaan kondisi fisik, tanda vital, status gizi, hingga skrining penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan masyarakat.

Selain itu, CKG dilengkapi dengan skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan penglihatan, deteksi dini kanker pada perempuan, serta skrining tuberkulosis (TBC).

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan faktor risiko atau indikasi penyakit, masyarakat akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan di puskesmas.

Baca juga: Damkar Serang fokus dinginkan area kebakaran TPA Waringinkurung



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026