Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, mengoptimalkan tiga strategi utama sebagai langkah proaktif untuk menjaga ketahanan pasokan pangan sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia di Serang, Senin, mengatakan langkah strategis tersebut disiapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna merespons ancaman kekeringan dan pergeseran musim tanam akibat anomali cuaca.
"Kekeringan dan pergeseran musim tanam memang berpotensi memengaruhi pasokan pangan. Namun, dengan kesiapan dan strategi yang tepat, kita berupaya keras memastikan pasokan aman sehingga masyarakat kecil tidak terbebani lonjakan harga," ujar Agis.
Baca juga: Perkuat gotong royong wujud nyata isi kemerdekaan
Guna mewujudkan hal tersebut, TPID Kota Serang mengoptimalkan tiga strategi dari hulu ke hilir. Pertama, memperkuat ekosistem pangan daerah melalui kelancaran rantai pasok lokal, optimalisasi lumbung pangan, serta perluasan kerja sama dengan daerah-daerah sentra produksi.
"Kedua, kami memperkuat mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian. Dinas Pertanian aktif mendampingi petani untuk memanfaatkan teknologi adaptif iklim, memperbaiki sistem irigasi, serta menggunakan varietas bibit yang tahan cuaca ekstrem," katanya.
Strategi ketiga, lanjut Agis, adalah intervensi pasar secara terukur dan berbasis data. Melalui pemantauan harga secara real-time, Pemkot Serang siap melakukan Operasi Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah, hingga penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tepat sasaran sebelum terjadi gejolak harga.
Baca juga: Kabupaten Serang jadi percontohan Kampung Hortikultura IWAPI
Seluruh langkah taktis tersebut diperkuat dengan kerangka pendekatan 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) serta sinergi lintas sektor yang melibatkan Bank Indonesia, BPS, Satgas Pangan Polri, TNI, dan Kejaksaan.
Berkat kolaborasi yang kuat, tingkat inflasi Kota Serang sejauh ini terkendali dengan sangat baik. Tercatat, inflasi pada Juli 2026 berada di angka 2,77 persen secara tahunan (YoY), yang masih dalam rentang aman sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Dengan memperkuat produksi, menjamin distribusi, dan bergerak cepat mengamankan harga, Pemkot Serang berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kesejahteraan masyarakat dari dampak cuaca ekstrem," ujar dia.
Baca juga: Pemkab Serang tingkatkan mutu layanan RS Drajat lewat 10 mesin HD
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.