Tangerang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, melepas ekspor tiga komoditas tropis unggulan, yakni manggis, kepiting dan walet dengan nilai Rp40,8 miliar lebih ke pasar China.
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding mengatakan, ekspor komoditas tropis ini dilakukan melalui program "Merdeka Ekspor" dengan tujuan untuk mendorong daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar global dengan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan negara tujuan.
"Bentuknya adalah pelepasan terhadap tiga komoditas ekspor, khususnya ke China, yaitu manggis, kepiting, dan walet," ujar Karding usai melepas ekspor komoditas tropis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Jumat.
Baca juga: Hingga Juni 2026, Karantina Banten terbitkan 2.873 sertifikasi ekspor
Ia bilang, kegiatan "Merdeka Ekspor" yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI ini mencakup tiga komoditas tropis asal Indonesia yang memiliki permintaan yang sangat tinggi di pasar internasional.
Oleh karena itu, melalui pelepasan ekspor ini Barantin mendorong agar ekspor tidak hanya berhenti pada produk barang mentah, melainkan mengoptimalkan proses hilirisasi.
"Hilirisasi nanti harus berjalan. Seperti tadi ada sup walet yang instan itu, kemudian ada mineral walet nanti bisa diekspor, pastinya nilai tambah tenaga kerja jadi banyak," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Karding juga mengungkapkan, bahwa untuk mendukung peningkatan ekspor maka pihaknya menghadirkan model layanan bernama Klinik Ekspor.
Langkah tersebut dilakukan, untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani yang kerap mengalami kendala dalam memenuhi standar internasional.
"Layanan ini berfungsi sebagai sarana pendampingan bagi para pelaku usaha untuk mempersiapkan diri memenuhi standar mutu dan protokol ekspor yang disepakati negara tujuan," paparnya.
Baca juga: BPK beri opini WTP pada Kementerian PKP hingga Barantin
Ia mengaku, saat ini tantangan utama yang dihadapi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkaitan dengan keterbatasan manajemen standar kualitas, akses permodalan, serta upaya menjaga konsistensi dan persistensi mutu produk di lapangan.
"UMKM itu problemnya adalah standar, karena kan manajemen mereka juga manajemen yang terbatas itu, kalau untuk ekspornya," kata dia.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, mengakui bahwa pertumbuhan ekspor di wilayah Banten sempat mengalami penurunan akibat tekanan kondisi global saat ini.
Kendati demikian, Banten tetap kokoh diposisikan sebagai salah satu sentra produksi produk-produk ekspor utama serta pusat hilirisasi nasional.
"Banten masih menjadi salah satu sentra produksi produk-produk ekspor yang ada di Indonesia. Kemudian kebijakan pemerintah, Provinsi Banten merupakan salah satu pusat hilirisasi," ungkapnya.
Baca juga: 3,6 ton daging ilegal dimusnahkan di Pelabuhan Merak
Ia menambahkan, letak geografis Banten yang strategis yang didukung oleh akses dekat ke bandara, wilayah laut yang luas, serta sektor pertanian yang produktif memberikan potensi besar untuk memasarkan produk lokal ke luar negeri.
Guna mengatasi hambatan pengetahuan di kalangan UMKM, Pemprov Banten mengerahkan seluruh jajaran kepala dinas untuk menindaklanjuti program pembinaan, termasuk mengintegrasikan layanan Klinik Ekspor bersama Balai Karantina Provinsi Banten di area bandara.
Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, Barantin bersama Pemprov Banten berkomitmen memastikan tugas pengawasan karantina tidak hanya berfokus di border sebagai pengamanan hayati (biosecurity), tetapi juga mampu mendampingi pelaku usaha lokal untuk memenuhi standar mutu, ketelusuran (traceability), serta protokol perdagangan global yang berlaku.
"Maka hari ini saya didampingi oleh seluruh kepala dinas saya untuk berikutnya menindaklanjuti, salah satunya adalah klinik karantina yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Balai Karantina Provinsi Banten yang ada di bandara," kata dia.
Baca juga: Komisi IV DPR: Permudahan sertifikasi kekarantinaan dongkrak ekspor nasional
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.