Tangerang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten terus memperluas layanan digitalisasi sistem pembayaran, salah satunya melalui implementasi QRIS Tap guna mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik hingga pembayaran pajak daerah.
Kepala BI Banten Sofwan Kurnia, di Tangerang Selatan, Minggu, mengatakan tren digitalisasi sistem pembayaran di wilayahnya terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS di Banten mencapai 3,7 juta pengguna dengan 2,9 juta merchant, sehingga menjadikan Banten provinsi dengan jumlah merchant QRIS terbesar kelima di Indonesia.
"Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang diselenggarakan pada 11-16 Agustus menjadi momentum untuk merayakan digitalisasi. Salah satu inovasi yang terus didorong adalah QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC), yang memungkinkan transaksi cukup dengan satu kali tap sehingga lebih cepat dan praktis," ujarnya.
Baca juga: BI catat peredaran uang tunai di Banten turun 13 persen
Seusai penyelenggaraan Semarak Pekan QRIS Nasional (PQN) Banten 2026xFun Walk Tangsel di Bundaran Fortune Graha Raya, Tangerang Selatan, Sofwan mengatakan, implementasi QRIS Tap di Banten telah dimulai pada transportasi Bus Tayo Kota Tangerang, angkutan Si Benteng, merchant di Bintaro Jaya Xchange Mall, serta akan terus diperluas untuk pembayaran pajak.
Selama periode PQN, BI bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga melakukan pendekatan "jemput bola" dengan membuka stan layanan di simpul mobilitas seperti Intermoda BSD City, Tunnel Jurangmangu Bintaro Jaya Xchange, dan Stasiun Rangkasbitung.
Menurut dia, iayanan ini sukses menjangkau lebih dari 2.000 wajib pajak dengan menawarkan program insentif berupa pembebasan denda bagi yang membayar pajak melalui QRIS.
Selain kemudahan bayar pajak, BI turut memberikan promo tarif spesial Rp81 yang dihadirkan dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan QRIS TAP pada layanan Bus Tayo dan Si Benteng, membagikan suvenir bagi penumpang KRL, serta menyosialisasikan fitur QRIS Cross Border untuk transaksi di enam negara.
Baca juga: Sektor perumahan dan kawasan industri perkokoh investasi Banten
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo, menyambut baik kolaborasi tersebut. Pihaknya menilai inovasi ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban nya.
"Semangat kita luar biasa untuk menyosialisasikan QRIS. Sekarang hal itu dikolaborasikan dengan kepentingan pendapatan daerah. Orientasi kami di Bapenda adalah untuk memudahkan masyarakat dalam layanan pembayaran pajak," kata Bambang.
Bambang memastikan bahwa seluruh komponen pajak dan retribusi yang disetorkan akan digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat. Sebagai bentuk komitmen pelayanan prima, Pemkot Tangsel juga menggulirkan program potongan harga untuk jenis pajak tertentu.
Baca juga: Bank Jakarta bakal terus hadirkan inovasi layanan digital
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.