Tangerang (ANTARA) - Komisi II DPRD Kota Tangerang, Banten meminta Dinkes Kota Tangerang memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat dari hasil temuan berbagai penyakit pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Kalau kita lihat dari hasil CKG, cukup banyak ditemukan persoalan gula darah dan tekanan darah tinggi. Ini perlu menjadi perhatian dan harus diimbangi dengan edukasi dari seluruh jajaran Dinas Kesehatan,” kata anggota DPRD Kota Tangerang, Syamsuri di Tangerang, Rabu.

Syamsuri mengatakan temuan berbagai penyakit perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Harapannya agar ada perubahan perilaku masyarakat sehingga kasus temuan tersebut dapat ditekan.

"Kami siap mendukung program yang disampaikan Dinkes dalam mengatasi berbagai jenis penyakit temuan pada CKG," ujarnya.

Baca juga: Program CKG di Kota Tangerang diperluas jadi budaya hidup sehat

Selain itu, DPRD juga mengapresiasi terhadap capaian program CKG di Kota Tangerang yang hingga 31 Juli 2026, sebanyak 747.455 warga telah memanfaatkannya.

Capaian tersebut menjadi indikator positif atas kinerja Dinkes beserta seluruh jajaran Puskesmas dalam memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia mendorong pencapaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan CKG perlu diikuti dengan evaluasi dan penguatan upaya promotif serta preventif, sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Capaian ini tentunya perlu kita pertahankan, bahkan kalau bisa lebih baik lagi. Karena ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tentu kami berharap kinerjanya terus ditingkatkan,” katanya.

Baca juga: Pemprov Banten masifkan jemput bola cek kesehatan warga

Wali Kota Sachrudin mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran warga untuk menjaga kesehatan melalui pemeriksaan dan deteksi dini.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan juga semakin baik,” ujar Sachrudin.

Menurut Sachrudin, capaian tersebut bukan sekadar soal angka, tetapi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Yang paling penting bukan hanya capaian angkanya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, semakin besar pula peluang untuk melakukan pencegahan dan penanganan dengan cepat dan tepat,” katanya.

Baca juga: 5,1 juta warga Banten telah dapatkan layanan CKG



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026