Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menyalurkan bantuan air bersih dan menyiapkan langkah taktis sektor pertanian guna mengatasi krisis air serta dampak kemarau panjang yang meluas di sejumlah wilayah.

"Bencana alam kekeringan terus meluas hingga melanda 13 Kecamatan dengan 64 Desa/Kelurahan yang mengalami krisis air bersih," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Rabu.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan pengajuan pengiriman air bersih dari 13 wilayah kecamatan tersebut, sedikitnya ada 1.565 kepala keluarga (KK) dengan estimasi 6.250 jiwa terdampak langsung akibat kekeringan tersebut.

"Kondisi cuaca ini menyebabkan suhu udara cukup tinggi yang dirasakan sejak bulan Mei, serta diperkirakan akan berlangsung hingga September-Oktober 2026," katanya.

Baca juga: Polda Banten suplai air bersih ke 55 kecamatan yang alami kekeringan

Taufik mengatakan, untuk menanggulangi krisis air bersih ini, pemerintah daerah kini terus mengupayakan pemenuhan air bagi warga yang terdampak.

Bahkan, katanya, melalui kolaborasi antarinstansi seperti BPBD, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), pemerintah daerah terus bergerak aktif memberikan pasokan kebutuhan air bersih tersebut.

"Langkah ini juga didukung oleh pihak swasta dan mitra, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) serta unsur lainnya, untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat terpenuhi dengan baik," terangnya.

Baca juga: Pemkab Serang intensifkan mitigasi dampak El Nino di 29 kecamatan

Dalam hal ini, Taufik mengungkapkan bahwa dampak kemarau panjang membuat sektor pertanian turut menghadapi tantangan. Berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian, potensi puso atau gagal panen tercatat seluas kurang lebih 43 hektare yang tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa.

Sebagai langkah mitigasi dan penanggulangan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan langkah taktis dengan menyediakan 8,9 ton benih pengganti bagi para petani yang terdampak.

"Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem ini serta menghemat penggunaan air bersih selama periode kemarau panjang berlangsung," katanya.

Baca juga: DPKP Pandeglang ajukan pengadaan pompa air untuk atasi kekeringan



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026