Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, telah memetakan tiga zona pengawasan wilayah potensi terdampak kekeringan hasil kajian hidrometeorologi untuk kemudian mendapat penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Rabu, mengatakan zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari dan Cipondoh yang menjadi perhatian utama dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Sementara zona kedua mencakup wilayah Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Lalu zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah.
"Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," kata Mahdiar dalam keterangannya.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan mitigasi hadapi hidrometeorologi kekeringan
Selain melakukan pemantauan wilayah, Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Unsur TNI melalui Koramil menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan.
Sementara itu, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan kebakaran.
”Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,” jelas Mahdiar.
Baca juga: Pemprov Banten segera tingkatkan siaga bencana kekeringan dan kebakaran
Sebagai bentuk kesiapan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga menyiapkan 30 unit tandon air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran.
”Selain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,” katanya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diprediksi rendah hingga September 2026.
"Fenomena El Nino yang masih aktif turut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat," kata dia.
Baca juga: Atasi kekeringan, Polres Serang distribusikan 13.000 liter air bersih
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.