Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten menghadirkan 16 motor operasional untuk mempercepat waktu respons petugas, khususnya dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan besar seperti gang-gang di permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Selasa, mengatakan kehadiran armada tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan awal sebelum unit utama tiba di lokasi kejadian.

"Respons time menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan kami. Dengan motor operasional ini, petugas dapat lebih cepat mencapai lokasi, melakukan asesmen kondisi, sekaligus memberikan penanganan awal sehingga risiko kejadian dapat diminimalkan," katanya.

Baca juga: Masyarakat Kota Tangerang diajak semarakkan HUT ke-81 RI

Upaya mitigasi lain, kata Mahdiar adalah penempatan 440 alat pemadam api ringan (APAR) di berbagai titik strategis permukiman masyarakat

Kemudian 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana yang berisi perlengkapan dasar seperti pelampung, helm keselamatan, sepatu boots, jas hujan dan peralatan pendukung lainnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Baca juga: Bupati Maesyal minta OPD perkuat pencegahan dampak kemarau

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, penambahan sarana operasional tersebut merupakan upaya memperkuat sistem mitigasi bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

"Mitigasi bencana tidak bisa kita lakukan sendirian. Harus ada keterlibatan semua pihak. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui pelatihan bagi personel BPBD, Damkar, UPT, hingga masyarakat melalui program Kelurahan Siaga Bencana," ujar Sachrudin.

Baca juga: Bandara Soetta tambah 4 maskapai untuk layanan jamaah umroh



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026