Pandeglang (ANTARA) - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengajukan pengadaan pompa air ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi kekeringan demi menjaga produksi pangan di kabupaten tersebut.
Staf Pelaksana DPKP Kabupaten Pandeglang M Rezha di Pandeglang, Selasa, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan berkelanjutan guna memenuhi ketersediaan pangan nasional, sehingga tidak lagi impor dari luar negeri.
Namun, ia mengatakan pemerintah kabupaten (pemkab) kini menghadapi musim kemarau panjang, sehingga mengajukan pompa air dan sumur bor ke Kementan sehingga dapat memanfaatkan air permukaan untuk mengaliri areal persawahan yang mengalami kekeringan.
Baca juga: Polda Banten suplai air bersih ke 55 kecamatan yang alami kekeringan
Berdasarkan data, areal persawahan yang mengalami kekeringan di Pandeglang mencapai 590 hektare. Meski demikian petani masih dapat menyelamatkan gabah dengan mempercepat panen di lahan 492 hektare, sedangkan sisanya dari lahan seluas 98 hektare mengalami puso.
Selain itu, menurut dia, lahan persawahan baru sekitar 515 hektare juga terancam mengalami kekeringan akibat kemarau tersebut.
Oleh karena itu, ia mengatakan pemkab berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian untuk melakukan identifikasi lahan-lahan yang rawan mengalami kekeringan.
"Apabila terdapat titik-titik sumber air permukaan bisa dioptimalkan dengan penggunaan pompa air maupun sumur bor, ujar Rezha.
Baca juga: BPBD Lebak tetapkan siaga darurat kekeringan
Dengan demikian, pihaknya mengusulkan pompa air ke Kementan di 17 kecamatan juga sumur bor di 12 kecamatan dengan jaringan irigasi air tanah (JIAT) untuk mengatasi kekeringan.
"Kami meyakini bila usulan pompa air dan sumur bor direalisasikan maka terjaga produksi pangan saat musim kemarau panjang," katanya menjelaskan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir mengatakan pemerintah daerah menginstruksikan optimalisasi seluruh sarana pendukung pengairan, mulai dari mesin pompa, jaringan perpipaan hingga sistem irigasi guna menyelamatkan tanaman padi dari ancaman puso.
"Kami berharap lahan yang terancam puso bisa dilakukan optimalisasi suplai air agar produktivitas pertanian tetap terjaga menghasilkan produksi pangan," katanya.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan mitigasi hadapi hidrometeorologi kekeringan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.