Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, menyebutkan penyebab kebakaran gudang mesin bekas di Periuk masih dalam penyelidikan.

"Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, nilai kerugian material juga masih dalam pendataan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar saat dihubungi, di Tangerang, Sabtu.

Ia menjelaskan, kebakaran yang melanda gudang penyimpanan mesin bekas milik PT RKJ Rukun Jaya Solindo di Jalan Periuk Jaya No. 38, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, berhasil dipadamkan berkat respons cepat petugas.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB perkuat budaya sadar bencana di Kota Tangerang

BPBD Kota Tangerang menyebut, laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112 pada pukul 10.05 WIB. Tim langsung bergerak lima menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB. Proses pemadaman selesai pada pukul 11.05 WIB.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, terdiri dari empat unit UPT Periuk, tiga unit dari Mako BPBD Kota Tangerang, serta satu unit dari Pos Keroncong. Sebanyak 22 personel dikerahkan untuk menangani peristiwa tersebut dengan dukungan aparat Polsek Jatiuwung dan PMI.

Mahdiar mengatakan, informasi awal menyebutkan kebakaran bermula dari munculnya asap di dalam gudang yang saat itu dalam kondisi terkunci dan tidak sedang digunakan. Dalam waktu sekitar lima menit, api membesar dan membakar area gudang seluas kurang lebih 200 meter persegi.

"Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lain. Berkat penanganan yang cepat dan koordinasi seluruh personel, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam," ujar Mahdiar.

Baca juga: Cegah kebakaran TPA, Pemkot Tangsel bangun cerobong buang gas metana

Mahdiar mengimbau para pemilik usaha maupun masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik dan memastikan gudang atau bangunan yang tidak digunakan tetap dipantau secara berkala.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Jangan abaikan tanda-tanda seperti munculnya asap atau bau terbakar. Segera laporkan ke layanan darurat 112 atau BPBD Kota Tangerang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," katanya.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

BPBD Kota Tangerang memastikan kondisi di lokasi telah aman, setelah proses pendinginan selesai dilakukan.

Baca juga: Cegah kebakaran, warga Lebak diimbau tak bakar ilalang



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026