Saat ini baru lima kecamatan. Tapi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak lima wilayah kecamatan di daerah itu mulai dilanda kekeringan seiring masuknya musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juli sampai September 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa dari lima wilayah yang terdampak ini mengalami krisis kebutuhan air bersih. Sehingga, beberapa desa/kelurahan saat ini telah mengajukan bantuan pasokan air.

"Saat ini baru lima kecamatan. Tapi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih," katanya.

Baca juga: Pemkab Tangerang perkuat strategi hadapi puncak kemarau tahun ini

Ia mengatakan, adapun ke lima kecamatan yang dilanda krisis air bersih itu diantaranya seperti di Curug, Panongan, Legok, Jambe dan Tigaraksa. Di mana, wilayah tersebut sebelumnya masuk ke dalam pemetaan BPBD sebagai zona rawan kekeringan selama musim kemarau.

"Dari hasil kajian memang potensi-potensi itu sudah dibuat. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tangerang adalah bencana kebanjiran, bencana puting beliung, termasuk di dalamnya adalah kekeringan. Kurang lebih sekitar 20-an kecamatan mengalami rawan kekeringan," jelasnya.

Meski demikian, dikatakan dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat kini telah melakukan gerak cepat untuk menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak.

Baca juga: Polisi pasok air bersih untuk warga terdampak krisis air di Cilegon

Ia juga bilang, upaya penanganan lebih lanjut pihaknya melakukan pencatatan secara rinci terhadap zona-zona rawan kekeringan sebagaimana dilakukan untuk menyiapkan bantuan atau suplai air bersih bisa tepat sasaran sesuai dengan pengajuan kebutuhan masyarakat.

"Terus kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya," tuturnya.

Selain itu, sebagai langkah kesiapsiagaan krisis air bersih, BPBD Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah armada dan personil di 14 pos Damkar dengan disiagakan 24 jam secara bergiliran.

"Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat," kata dia.

Baca juga: Mata air alami jadi tumpuan warga Mekarsari Cilegon saat kekeringan

 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026