Serang (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Kota Serang, Banten, menyediakan kuota daya tampung 180 siswa untuk tahun ajaran baru ini, dan hingga kini terus mengoptimalkan proses penjangkauan anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah tersebut.
Kepala SRT 37 Kota Serang Ria Seprianika, di Serang, Senin, merinci bahwa alokasi daya tampung tersebut dibagi rata sebanyak 60 kursi untuk masing-masing jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Berdasarkan pemutakhiran data sementara pihak sekolah, saat ini total siswa yang berhasil dijaring telah mencapai 117 anak.
"Untuk data sementara siswa yang masuk, jenjang SD tercatat sebanyak 20 anak, tingkat SMA sebanyak 37 anak, sedangkan untuk jenjang SMP kuotanya sudah terpenuhi secara penuh yaitu sebanyak 60 anak," kata Ria.
Baca juga: MPLS nasional siswa Sekolah Rakyat digelar empat gelombang
Ria menjelaskan, SRT 37 Kota Serang tidak membuka sistem pendaftaran umum atau reguler. Pemenuhan kuota siswa dilakukan secara aktif melalui metode penjangkauan langsung oleh pendamping sosial di lapangan.
Petugas bergerak melakukan penyisiran berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang tergolong dalam kelompok desil 1 dan 2, yakni masyarakat yang masuk kategori sangat miskin dan rentan.
"Pihak sekolah kemudian menerima daftar nama siswa baru tersebut setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) resmi dari bupati atau walikota," ujarnya.
Baca juga: 270 peserta didik Sekolah Rakyat di Lebak bersiap ikuti MPLS
Upaya penjangkauan ini terus digenjot agar anak-anak yang terancam putus sekolah akibat kendala ekonomi dapat terfasilitasi. Terlebih, melalui program afirmasi pemerintah ini, seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan anak ditanggung sepenuhnya.
Selama menempuh pendidikan di SRT, para siswa mendapatkan fasilitas gratis penunjang kedisiplinan dan kesejahteraan. Fasilitas tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan berkala, layanan makan tiga kali sehari dengan tambahan dua kali nutrisi harian, pakaian seragam, hingga pemenuhan kebutuhan kebersihan diri.
"Pihak sekolah juga memfasilitasi seluruh proses pembelajaran baik di kelas maupun di dalam asrama," paparnya.
Baca juga: Mensos Saifullah targetkan 400 ribu siswa Sekolah Rakyat pada 2029
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.