Lebak (ANTARA) - ‎Perum Bulog Lebak dan Pandeglang menyerap sebanyak 150 ton jagung pipilan dari petani untuk Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

‎Kepala Cabang Perum Bulog Lebak dan Pandeglang Muhammad Syaukani di Lebak, Sabtu, mengatakan penyerapan jagung dari petani tersebut untuk membantu pendapatan petani, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat.

‎Selama ini, petani di Kabupaten Lebak dan Pandeglang belum menjadi sentra jagung, sehingga penyerapanya relatif terbatas. ‎Namun demikian,Perum Bulog tetap memiliki komitmen untuk menyerap jagung dengan ditampung harga Rp6.400 per kilogram (kg).

Baca juga: Hingga Juni, Bulog Lebak-Pandeglang serap gabah petani 40 ribu ton

Syaukani mengatakan penyerapan jagung tersebut dapat memberikan motivasi dan semangat petani agar mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. ‎Selain itu usaha pertanian jagung mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎"Bayangkan, jika harga jagung pipilan Rp6.400 per kg dan jika terserap 150 ton, sehingga bisa menggulirkan perputaran uang sekitar Rp960 juta. Pendapatan sebesar itu tentu dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani," katanya menjelaskan.

‎Menurut dia, jagung yang diserap Bulog itu kebanyakan dari kepolisian yang menjalin kerja sama dengan petani guna mendukung swasembada pangan.

Baca juga: Kader PKK dilibatkan Bulog Tangerang jadi agen Rumah Pangan Kita

‎Jagung yang diserap dan ditampung itu, nantinya dijadikan SPHP jagung bersubsidi untuk kelompok peternak. ‎Karena itu, kelompok peternak yang mendapatkan SPHP jagung tentu harus terdaftar dalam keputusan Kementerian Pertanian (Kementan).

‎SPHP jagung pipilan itu dijual bersubsidi senilai Rp5.500 per kg, sehingga harus terdaftar pada Kementan agar tidak ada penyelewengan.

‎"Saya kira SPHP jagung untuk membantu kelompok peternak masyarakat," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tambakbaya Kabupaten Lebak, Ruhiana mengatakan panen jagung kali ini diserap Bulog sekitar dua ton pipilan dengan harga Rp6.400/ kg.

Ruhiana menilai keberadaan Bulog sangat membantu usaha pertanian guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

‎"Kami menanam jagung itu sebagai pendapatan sampingan, karena umumnya petani di sini menanam padi sawah," katanya menjelaskan.

Baca juga: Bulog Lebak-Pandeglang tekan inflasi lewat " Rumah Pangan Kita "



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026