Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten menyiapkan armada tangki untuk pendistribusian air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih dampak kemarau yang dipengaruhi El Nino.
"Kita sudah menerima pengajuan dari desa yang membutuhkan air bersih," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta dihubungi di Lebak, Rabu.
Ia menjelaskan sejumlah desa di Lebak telah mengajukan bantuan air bersih karena sumber air mengalami kekeringan. Mereka termasuk mengalami persoalan terkait dengan pompa listrik yang menggunakan air bawah tanah dan sumur timba.
Kekeringan akibat kemarau tersebut, kata dia, berpotensi terjadi di 90 desa berdasarkan pemetaan dilakukan BPBD setempat.
Baca juga: Pemkab Lebak berlakukan siaga kebakaran saat musim kemarau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kemarau berlangsung sejak Juni sampai dengan November 2026.
Oleh karena itu, BPBD Lebak kini mempersiapkan armada tangki untuk mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.
"Kami berharap semua masyarakat yang mengajukan air bersih dapat terlayani dengan baik," katanya.
Armada tangki air milik BPBD Lebak tiga unit dengan kapasitas 6.000 liter per kendaraan.
Pihaknya saat ini berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BNPB dan BPBD Provinsi Banten untuk pendistribusian air bersih.
Baca juga: BPBD Pandeglang imbau warga waspadai erupsi Gunung Anak Krakatau
Pendistribusian air bersih secara gratis, termasuk penggunaan air PDAM Lebak.
Ia menjelaskan pengajuan air bersih melalui WhatsApp, namun harus diketahui kepala desa setempat.
"Kami siap menyalurkan pendistribusian air bersih," katanya.
Sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak mengaku saat ini memanfaatkan air Sungai Ciberang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat krisis air bersih.
"Kami sejak sepekan terakhir terpaksa untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus dari Sungai Ciberang," kata Ahmad, warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
Baca juga: Catat, jangan tinggalkan anak di dalam kendaraan saat cuaca panas
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.