Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menegaskan adanya fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja di luar negeri dapat mencegah dari pembiayaan pinjaman yang berisiko.
Ia menjelaskan skema KUR PMI menjadi solusi pembiayaan yang memungkinkan calon pekerja migran mempersiapkan keberangkatan sesuai prosedur tanpa harus terbebani biaya di awal.
"Masyarakat yang telah memiliki kompetensi dan peluang kerja harus kita dukung hingga benar-benar dapat berangkat. Jangan sampai impian mereka tertunda atau bahkan gagal hanya karena terkendala pembiayaan," kata Wakil Wali Kota Maryono saat menghadiri penandatanganan PKS penyaluran dan penggunaan KUR di Tangerang, Selasa.
Baca juga: 26.922 pelaku usaha di Tangerang dapat NIB gratis
Perlu diketahui penandatanganan PKS penyaluran dan penanggungan fasilitas KUR bagi Pekerja Migran Indonesia dilakukan antara Bank BJB Kantor Cabang Tangerang, PT Wahanakarya Suplaindo dan LPK Wahana Danau Indah.
Maryono juga menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret untuk mengatasi salah satu kendala utama yang masih dihadapi calon pekerja migran, yakni keterbatasan biaya sebelum keberangkatan.
"Pemerintah hadir untuk memastikan kesempatan bekerja tidak berhenti hanya karena persoalan biaya. Melalui sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, perusahaan penempatan, dan lembaga pelatihan, kita ingin membuka akses yang lebih mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri," ujar Maryono.
Baca juga: Disnaker Lebak berangkatkan 170 pekerja migran ke sejumlah negara
Selain itu, Maryono menekankan pentingnya pelaksanaan program yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, seluruh proses penempatan harus berjalan sesuai ketentuan agar memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para calon pekerja migran.
"Tidak boleh ada pungutan di luar mekanisme yang telah ditetapkan. Kita ingin memastikan seluruh proses berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat," tegasnya.
Dirinya mengingatkan bahwa keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemudahan akses pembiayaan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, para calon pekerja migran diminta terus meningkatkan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Baca juga: Pemprov Banten dan Kementerian P2MI sinergi lindungi pekerja migran
"Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk meraih masa depan yang lebih baik. Persiapkan diri sebaik mungkin, tingkatkan kompetensi, dan tunjukkan bahwa sumber daya manusia Kota Tangerang mampu bersaing serta berkarya di tingkat internasional," pesannya.
Maryono juga berharap kerja sama ini menjadi awal dari sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan sektor perbankan dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Semoga kolaborasi ini terus berkembang, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing," ujarnya.
Baca juga: KP2MI-IKA Untirta sinergi berdayakan ekonomi pekerja migran
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.