Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menyiapkan pembukaan dua hektare lahan baru untuk digunakan sebagai lokasi layanan pembuangan sampah sementara, disamping proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin yang kini masih berlangsung.

"Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa.

Memasuki hari ke-8 pengendalian kebakaran TPA Jatiwaringin, kata dia, dipastikan pengangkutan sampah masih berjalan normal, dimana sekitar 1.200 ton sampah per hari akan dialihkan sementara ke lokasi baru yang kini telah disiapkan.

"Tapi kalau misalkan nanti ini sudah selesai, lahan tersebut akan kami normalkan lagi, kami bersihkan lagi dan sampah sudah disiapkan di tempat-tempat yang harus menyongsong pengolahan sampah energi listrik," ucapnya.

Baca juga: Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin telah capai 50 persen

Di samping itu Pemkab Tangerang telah berkoordinasi dengan lembaga tingkat daerah hingga kementerian terkait masa depan pengelolaan sampah yang dirancangkan sebagai salah satu lokus proyek strategis pengolahan sampah berbasis teknologi modern, yang nantinya akan dikonversi menjadi energi listrik.

Pihaknya berharap dari insiden kebakaran TPA tersebut dapat mempercepat realisasi proyek tersebut demi pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

"Saya sudah beberapa kali rapat dengan gubernur, Menteri LH, juga Menko Pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang salah satu lokus yang akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah berbasis atau menjadi energi listrik," tuturnya.

Ia menyampaikan hasil evaluasi dalam pengendalian kedaruratan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, guna memastikan penanganan berjalan sesuai target.

Baca juga: Ratusan personel gabungan masih berupaya padamkan TPA Jatiwaringin

Berdasarkan hasil evaluasi itu, beberapa area yang telah dilanda api terpantau mulai bersih. Keberhasilan ini disebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta gerak cepat tim Manggala Agni yang bekerja tanpa henti.

"Rabu (1/7) mereka tim pemadaman datang di sini malam. Paginya jam 06.00 WIB sudah mulai bekerja. Dan memang itu dari pagi, siang, malam itu kerja di lokasi. Lokasinya itu fluktuasi, tidak ada yang datar, langsung naik. Jadi ini luar biasa dari Manggala Agni, kami mengucapkan banyak terima kasih. Dan ini juga sudah mendapatkan hasil yang baik," paparnya.

Ia menjelaskan saat ini sebagian titik api berhasil dipadamkan, namun kondisi angin kencang menjadi tantangan terbesar bagi tim gabungan di lapangan.

"Untuk menjangkau area tengah dan puncak gunungan sampah yang sulit diakses oleh armada darat, Pemkab Tangerang mengandalkan bantuan helikopter water bombing dari BNPB yang telah beroperasi selama lima hari terakhir," katanya.

Baca juga: Transformasi TPA Jatiwaringin jadi controlled landfill akan diterapkan

Sementara itu BNPB melaporkan tahapan pemadaman kebakaran di area TPA Jatiwaringin pada Selasa (7/7) telah mencapai 50 persen dari total lahan yang terdampak seluas 18 hektare.

"Ini kemarin saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan.

Ia mengatakan dari angka 50 persen pengendalian titik api kebakaran di TPA Jatiwaringin ini juga diiringi dengan tingkat kebersihan area terdampak yang mencapai 70 persen.

Djohan mengungkapkan kesulitan petugas dalam mencapai titik api karena lahan terbakar dipenuhi material kompleks seperti plastik dan beling. 

"Metode penguraian yaitu alat berat seperti buldozer dan ekskavator dikerahkan untuk mengais dan membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap," kata dia.

Baca juga: Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin dioptimalkan hingga malam

 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026