Tangerang (ANTARA) - Legislator Kota Tangerang menilai pelatihan bagi warga melalui program "kelurahan tangguh bencana" yang digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat sistem mitigasi kebencanaan secara berkelanjutan di pemukiman warga.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Junadi di Tangerang, Selasa, mengatakan pelatihan ini sangat penting dalam kondisi saat ini untuk menghadapi berbagai bencana yang datang mulai banjir, kebakaran dan angin kencang.

"Peran masyarakat kita optimalkan dalam membantu petugas sebagai penanganan dini. Sehingga warga terbangun kesadaran dalam menjaga lingkungannya," kata Junadi.

Baca juga: Komisi I DPRD Tangerang pelajari keterbukaan informasi di Serang

DPRD Kota Tangerang, katanya, juga siap memberikan dukungan kepada BPBD dalam perluasan program ini agar semakin masif. Sebab Kelurahan Tangguh Bencana baru direalisasikan di beberapa kelurahan dari 104 kelurahan yang ada di wilayah Kota Tangerang.

Sementara itu pelayanan kedaruratan dan kebencanaan di Kota Tangerang mencapai 3.229 kasus sepanjang 2025 yang ditangani oleh BPBD Kota Tangerang.

"DPRD Kota Tangerang akan mendukung penganggaran program Kelurahan Tangguh Bencana secara lebih maksimal," kata Junadi dalam keterangannya.

Selain itu, Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan dapat meningkatkan sinergi lintas sektoral termasuk semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat sistem mitigasi kebencanaan di Kota Tangerang secara berkelanjutan.

”Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dampak adanya relawan Kelurahan Tangguh Bencana bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Tangerang petakan risiko penyakit lewat hasil CKG

Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan jumlah titik Kelurahan Tangguh Bencana dari 65 kelurahan ditambah menjadi 80 kelurahan sebagai pilar utama dalam mendeteksi dini potensi ancaman serta meminimalkan dampak bencana di wilayah setempat.

Ia mengatakan program kelurahan tangguh bencana adalah bagian dari budaya memperkuat kesiapsiagaan dalam mengurangi risiko bencana di tengah masyarakat.

"Tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut perubahan pola pikir seluruh elemen masyarakat. Penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada respons saat kejadian, tetapi harus dimulai dari kesiapan dan upaya mitigasi sejak dini," ujarnya.

Baca juga: DPRD Kota Tangerang dorong pelatihan kerja sesuai kebutuhan dunia usaha
 

Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026