Lebak (ANTARA) - ‎Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menerapkan rekayasa teknologi penyuntikan inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi ternak domba dan kambing yang pada akhirnya memberikan perbaikan ekonomi peternak.

‎"Penerapan rekayasa teknologi IB berpeluang besar sebagai daerah swasembada kambing dan domba, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rieyan Dermawan, di Lebak, Jumat.

‎Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong masyarakat agar membudidayakan ternak domba dan kambing, karena menyumbangkan terhadap perekonomian masyarakat, terlebih kebijakan pemerintah daerah mempercepat pengentasan kemiskinan.

Baca juga: Pemkab Lebak gencar inseminasi buatan untuk tingkatkan populasi ternak

‎Saat ini, jumlah pembudidaya peternak sebanyak 400 kelompok dengan populasi domba 62.482 ekor, dan kambing 44.049 ekor.

‎Karena itu, pihaknya menerapkan rekayasa teknologi IB untuk mendukung swasembada, sehingga terpenuhi permintaan masyarakat.

‎Selama ini, kebutuhan kurban pada Hari Raya Idul Adha masih didatangkan domba dan kambing dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

‎"Kami berharap dengan rekayasa teknologi IB itu bisa bertambah jumlah populasi kambing dan domba masing-masing 100.000 ekor, sehingga terwujud swasembada dan tidak dipasok dari luar daerah. Kita permintaan hewan ternak kurban kambing dan domba sekitar 11.000 ekor," katanya menjelaskan.

Baca juga: Tingkatkan populasi kerbau, Pemkab Lebak optimalkan IB

‎Menurut dia, pemerintah daerah juga setiap tahun menyalurkan hibah ternak domba dan kambing kepada kelompok peternak.

‎Selain itu juga melakukan pembinaan terhadap kelompok peternak agar dapat mengubah perilaku sikap dan keterampilan (PSK) , sehingga menjanjikan usaha ternak dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

‎Saat ini, kata dia, harga ternak kambing dan domba itu di pasaran rata-rata Rp5-8 juta per ekor.

‎"Kita optimis jika swasembada kambing dan domba terealisasi dipastikan ekonomi masyarakat pedesaan hidup sejahtera," katanya menjelaskan.

Baca juga: Tangani kekeringan, Distan Lebak bantu 43 unit pompa air

‎Sementara itu, Supri (55) seorang peternak warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengatakan dirinya sangat terbantu adanya rekayasa penyuntikan IB untuk meningkatkan populasi ternak kambing dan domba.

‎Saat ini, dirinya setiap hari melepas ternak miliknya di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cisalak, karena persedian pakan rerumputan yang hijau melimpah.

‎"Kami bisa menjual lima sampai delapan ekor dengan pendapatan Rp25-35 juta/tahun," kata Supri sambil menyatakan memiliki 45 ekor kambing dan domba.

Baca juga: Stok pupuk subsidi di Lebak cukup hingga Desember 2026



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026