Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggandeng kalangan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mengawal program pembangunan daerah serta merumuskan kebijakan publik yang berdampak bagi masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah dalam keterangannya di Serang, Sabtu, mengatakan mahasiswa memiliki peran penting sebagai aset bangsa dan agen perubahan di tengah perkembangan era digital serta persaingan global.
"Forum seperti ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi ruang dialog, ruang intelektual, dan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dalam membangun Provinsi Banten yang semakin maju," kata Novriyadi.
Baca juga: Lama sekolah di Banten meningkat, Sekolah Gratis bagi swasta perluas akses pendidikan
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu periode 2026-2027 di Gedung Universitas Serang Raya (Unsera), Kota Serang.
Novriyadi mendorong mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengatakan salah satu fokus pembangunan yang dapat dikawal bersama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
Menurut dia, saat ini Pemprov Banten menjalankan Program Sekolah Gratis bagi 60.705 siswa sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah khusus (SKh) swasta, serta memperluas akses Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah.
Baca juga: Pemprov Banten pastikan pelaksanaan SPMB berjalan transparan
Sementara itu, Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu Suci Indah Lestari menyatakan konsolidasi mahasiswa lintas kampus menjadi kekuatan moral untuk mengawal pembangunan secara objektif, independen, dan konstruktif.
"Konsolidasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Banten siap mengambil peran strategis. Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi terhadap kebijakan pemerintah," kata Suci.
Ia menambahkan berbagai gagasan yang dihasilkan melalui diskusi mahasiswa akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan strategis dan disampaikan secara resmi kepada Pemprov Banten sebagai bentuk kontribusi intelektual mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
Baca juga: Pemprov Banten siapkan 24 sekolah jadi percontohan antikorupsi
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.