Lebak (ANTARA) - Sejumlah petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten mengaku gembira karena harga  kencur ditampung oleh pengepul setempat naik jadi Rp20 ribu per kilogram (Kg), sementara tahun lalu hanya Rp15 ribu per kilogram.

"Kita panen kencur tahun ini menguntungkan, karena harganya relatif bagus ditampung pengepul Rp20 ribu per kilogram. Kita hari ini menghasilkan Rp10 juta dari panen 500 kilogram kencur," kata Santa, seorang petani kencur Badui saat dihubungi di Lebak, Sabtu.

Panen kencur secara serentak di kawasan kebun warga Badui tahun ini cukup membantu ekonomi keluarga, walau harus bersabar dengan pemelihara tanaman sampai waktu 12 bulan setelah tanam.

Budidaya kencur yang dikembangkan petani Badui di lahan darat sudah dilakukan turun temurun sebagai andalan ekonomi keluarga.

Baca juga: Kakak beradik warga Badui jual madu dengan tempuh ratusan kilometer

Masyarakat Badui mengembangkan pertanian kencur dengan pola tumpang sari bersama tanaman lainnya, seperti tanaman pangan, hortikultura, palawija dan tanaman keras.

Dalam satu hamparan kebun biasanya ditanami berbagai tanaman sehingga ada yang dipanen setiap tiga bulan seperti jagung, enam bulan seperti ubi jalar, bahkan setahun seperti kencur.

Begitu juga petani Badui lainnya, Sangsang yang mengaku panen sekitar 400 kg kencur dan menghasilkan pendapatan kotor Rp8 juta. 

Baca juga: Dukung pariwisata Banten, Damri buka rute bus Serang-Badui Rp1 via QRIS

Saman, seorang pengepul komoditas hasil bumi di perbatasan perkampungan masyarakat Badui mengatakan sejak sepekan terakhir mulai  menampung panen kencur dari petani Badui.

"Sudah sekitar empat ton yang ditampung dan nanti dipasok ke Pasar Rangkasbitung," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, selama ini tanaman kencur andalan ekonomi masyarakat Badui dan jumlahnya mencapai puluhan ton per musim panen.

"Selama ini, kualitas kencur Badui terbaik karena tanpa menggunakan pupuk kimia," katanya.

Baca juga: Seba, jejak warga Badui Dalam menjaga tradisi



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026