Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan kawasan industri hilirisasi seluas 10.981 hektare di 13 kecamatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Jumat, mengatakan pemerintah daerah komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru juga penyerapan tenaga kerja lokal dengan menyiapkan lahan kawasan industri seluas 10.981 hektare tersebar di 13 kecamatan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berlaku hingga tahun 2034.

Perda tersebut merupakan landasan hukum yang kuat, sehingga investor merasa aman, nyaman dan kondusif jika menanam modalnya di Kabupaten Lebak.

Baca juga: Pemkab Lebak sambut investor Tiongkok buka industri di Cileles 110 hektare

Oleh karenanya, pihaknya meyakini kawasan industri hilirisasi tersebut dapat menumbuhkan ekonomi baru juga peningkatan pendapatan Pajak Asli Daerah (PAD) dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta berdampak terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga usaha turunannya.

"Kami berharap dengan banyak investasi yang membuka usaha di kawasan industri hilirisasi dapat mendorong ekonomi daerah berkelanjutan untuk mewujudkan rukun,unggul, harmonis, aman dan nyaman (RUHAY)," kata Robertus.

Menurut dia, pemerintah daerah hingga kini terus mengoptimalkan promosi untuk penjaringan investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kehadiran investasi itu dipastikan masyarakat Kabupaten Lebak mengalami kemajuan pesat, sehingga dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.

Baca juga: Pemprov Banten dukung pengembangan kawasan industri 110 hektare di Lebak

Selain itu juga dapat mempercepat untuk penghapusan miskin rentan dan miskin ekstrem sesuai harapan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki.

"Kita akan memberikan kemudahan- kemudahan bagi investor yang inginkan mengembangkan usahanya di Lebak," katanya menjelaskan.

Ia mengapresiasi investor Tiongkok PT Bondara Global Internationa yang membuka industri di Cileles seluas 110 hektare di kawasan industri untuk pengembangan perumahan jadi atau fabrikasi house type 36 dengan nilai investasi Rp150 miliar.

Selain itu, rekannya akan berinvestasi pada pusat data, sekolah kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga pabrik keramik, pintu, dan perlengkapan bangunan rumah lainnya.

"Kami memberikan jaminan keamanan dan kekondusifan terhadap investor yang menanamkan modalnya di daerah itu, sehingga membawa dampak positif terhadap pembangunan daerah juga kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca juga: Kemen UMKM ajak industri musik libatkan produk dan jasa UMKM



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026