Cilegon (ANTARA) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah bersama kepala OPD lainnya menghadiri Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Provinsi Banten Tahun 2026 oleh Gubernur Banten Andra Soni di Stadion Geger Cilegon, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andra Soni secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) IX Provinsi Banten Tahun 2026 di Stadion Geger Cilegon, Kota Cilegon.
Ajang ini disiapkan untuk lahirnya generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah termasuk untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 di Provinsi Banten.
Di depan tiga ribu atlet, Gubernur Andra Soni menyampaikan optimisme terhadap olahraga Banten.
Baca juga: Kontingen Kabupaten Serang bidik juara Popda dan Peparpeda 2026
Menurutnya, semangat kompetisi dan sportivitas yang ditunjukkan atlet pelajar menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Optimisme itu tidak lepas dari capaian membanggakan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Atlet Banten terakhir berhasil menempati peringkat kelima nasional, prestasi terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Banten.
“Popda bukan sekadar ajang meraih medali. Ini adalah proses pembinaan karakter, pembentukan disiplin, mental juang, sekaligus wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda terbaik Banten,” kata Andra Soni.
Ia menegaskan, bakat saja tidak cukup untuk menjadi atlet berprestasi. Diperlukan komitmen, disiplin, kerja keras, kepatuhan kepada pelatih, sportivitas, serta latihan yang dilakukan secara konsisten.
Baca juga: Pada POPDA & PEPAPERDA Banten, Kabupaten Tangerang targetkan juara umum
Menurut Andra, atlet-atlet yang berlaga pada Popda dan Peparpeda tahun ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang Banten menuju Popnas 2027, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, hingga PON XXXII Tahun 2032 di mana Banten dan Lampung menjadi tuan rumah. Makannya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, didukung kompetisi yang berkelanjutan serta fasilitas olahraga yang memadai.
“Persiapan atlet-atlet juara untuk PON 2032 harus dimulai dari sekarang. Prestasi olahraga tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui proses pembinaan yang panjang dan konsisten,” ujarnya.
Andra Soni juga mengingatkan, ofisial dan pendamping agar menjadi teladan dalam menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas. Seluruh pihak diminta menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa dan menjadikan kompetisi sebagai sarana pembelajaran serta penguatan karakter.
Baca juga: Kota Tangerang kirim 411 atlet ke POPDA, target juara
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa prestasi olahraga merupakan hasil kerja bersama. Atlet, pelatih, orang tua, sekolah, cabang olahraga, KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, media, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.
“Olahraga telah menjadi salah satu indikator daya saing daerah. Karena itu seluruh kepala daerah perlu terus memperkuat pembinaan olahraga di wilayah masing-masing,” katanya.
Popda XII dan Peparpeda IX berlangsung pada 11 hingga 17 Juni 2026 dengan Kota Cilegon sebagai tuan rumah. Ajang ini diikuti 3.000 peserta yang terdiri atas 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 ofisial dari seluruh kabupaten dan kota. Untuk mendukung pelaksanaan pertandingan, panitia juga melibatkan 718 petugas yang terdiri atas 26 Technical Delegate, 26 Ketua Pertandingan, 26 Dewan Hakim, 307 wasit/juri, serta 333 petugas pendukung lainnya. Sebanyak 1.096 medali diperebutkan, terdiri atas 320 medali emas, 320 medali perak, dan 456 medali perunggu.
Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan dalam POPDA XII, yakni atletik, tenis meja, tenis lapangan, tinju, voli pasir, voli indoor, pencak silat, sepak takraw, panahan, bulutangkis, menembak, senam, panjat tebing, sepak bola, basket, taekwondo, hoki, karate, renang, judo, gulat, catur, dayung, angkat besi, kempo, dan wushu. Pertandingan berlangsung di 20 venue yang tersebar di Kota Cilegon. adv
Baca juga: Pemkot Tangerang tingkatkan bonus peraih emas POPDA jadi Rp25 juta
Pewarta: MulyanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.