Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, mengemukakan peningkatan air bersih di sejumlah kecamatan menjadi isu dan program strategis pembangunan daerah pada periode 2025-2029.
Kelapa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawardy di Tangerang, Kamis, mengatakan rancangan program strategis ini telah dicantumkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan daerah mengambil kebijakan dalam pemenuhan air tersebut.
"Krisis air itu, baik untuk kebutuhan pertanian, kebutuhan rumah tangga, titik tolaknya itu dari ketersediaan air baku. Baik dari sisi kuantitas, maupun dari sisi kualitas," katanya.
Baca juga: Antisipasi pencemaran lingkungan, DLH Tangerang segel TPS ilegal
Ia mengatakan saat ini ketahanan air di wilayah itu mengalami tantangan serius. Berdasarkan dokumen RPJMD 2025-2029 sekitar 83 persen wilayah dikategorikan daerah krisis air.
Hal tersebut, disebabkan penurunan kualitas dan kuantitas air bersih yang ditunjukkan hasil neraca air yang terus mengalami defisit. Kondisi ini karena dipengaruhi belum optimal tata kelola dan manajemen pengelolaan air baku maupun air bersih.
"Di sisi lain, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan air baku serta distribusi air bersih turut menjadi faktor yang memperburuk kondisi ketahanan air di wilayah ini," katanya.
Erwin mengatakan pasokan kebutuhan air masyarakat telah disiapkan perusahaan daerah yakni Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumda TKR) melalui jaringan perpipaan.
"Yang paling ideal adalah semua kebutuhan air di rumah tangga dipasok melalui perpipaan yang disiapkan oleh PDAM," ujarnya.
Baca juga: Anggota kampung sejahtera mandiri dibekali keterampilan kelola sampah
Perumda TKR direncanakan membangun jaringan perpipaan di seluruh wilayah setempat. Namun demikian, terdapat masalah yang harus segera diatasi terkait dengan sumber air baku.
"Pemkab Tangerang menaruh harapan besar pada Karian Dam–Serpong. Proyek Strategis Nasional (PSN) itu bakal menyalurkan air baku dari Bendungan Karian di Lebak, menuju Serpong hingga DKI Jakarta," katanya.
Menurutnya, dari proyek tersebut, daerah setempat bakal mendapatkan pasokan tambahan air baku 3.750 liter per detik yang dapat menjangkau 365.000 kepala keluarga.
Pasokan air dari Karian Dam-Serpong akan dialirkan menuju instalasi pengolahan air yang sedang dibangun di Kecamatan Solear sebelum didistribusikan ke masyarakat melalui jaringan perpipaan.
"Jika terealisasi, jumlah itu berpotensi memenuhi kebutuhan air bersih hingga sekitar 365 ribu kepala keluarga," kata dia.
Baca juga: Dunia usaha diajak perkuat pembangunan rendah karbon
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.