Tangerang (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten memberikan pelatihan bahasa isyarat kepada petugas pelayanan di seluruh dinas guna memberikan pelayanan publik yang inklusif dan mudah diakses, termasuk penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi di Tangerang, Rabu, mengatakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dasar aparatur dalam berkomunikasi dengan masyarakat penyandang tuli, sehingga pelayanan lebih optimal.
"Pada hari kedua ini, kami melaksanakan pelatihan bahasa isyarat untuk mendukung proses pelayanan di seluruh OPD. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, dapat semakin prima," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang bayarkan iuran BPJAMSOSTEK 22.865 pekerja rentan
Peserta pelatihan merupakan petugas yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Selain berasal dari berbagai OPD dan kecamatan di Kota Tangerang, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Pengadilan Negeri serta Polres Metro Tangerang Kota.
Ia menjelaskan keterampilan berbahasa isyarat menjadi kebutuhan penting bagi petugas pelayanan publik mengingat masih banyak masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan akses komunikasi yang setara saat mengurus berbagai keperluan administrasi.
"Kita sering menjumpai masyarakat berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuli, di lapangan. Melalui pelatihan ini, setidaknya petugas memiliki kemampuan dasar untuk memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan dengan lebih baik," katanya.
Baca juga: Dinsos Tangerang gratiskan warga tak mampu ikut pelatihan tata boga
Salah satu peserta pelatihan, Budi Purnomo dari Kecamatan Ciledug, mengaku kegiatan tersebut bermanfaat, terutama bagi aparatur yang bertugas di bidang pelayanan publik.
"Menurut saya ini sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman pertama yang berharga. Sebagai petugas pelayanan, kita harus bisa memahami masyarakat dengan berbagai kondisi, termasuk penyandang disabilitas. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," ujarnya.
Arum Listiyana Cahyani, petugas pelayanan SKCK dari Polres Metro Tangerang Kota, menilai keterampilan bahasa isyarat akan membantu petugas memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat penyandang tuli.
"Kalau ada pemohon yang datang ke loket dan menggunakan bahasa isyarat, setidaknya kami sudah memiliki bekal untuk memahami apa yang ingin disampaikan. Ini tentu akan mempermudah komunikasi dan pelayanan," ujarnya.
Baca juga: Minat anak Sekolah Rakyat di Lebak cukup tinggi
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.