Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya menjaga budaya lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman agar bebas dari aksi kekerasan terhadap anak didik.
"Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," katanya saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu.
Ia mengatakan lingkungan pendidikan atau sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang perlindungan yang menjamin rasa aman, martabat, dan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Jadi saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan," ucapnya.
Baca juga: Pimpinan ponpes di Tangerang diminta cegah kekerasan dan TPPO
Intan menyampaikan bahwa aksi kekerasan yang terjadi di ruang lingkup pendidikan bukan hal yang sederhana.
Bahkan, katanya, aksi seperti yang sering terjadi saat ini terhadap anak yaitu perundungan, dapat meninggalkan luka yang membekas dan memengaruhi tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan budaya pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang positif, kesabaran, dan keteladanan harus diterapkan oleh seluruh jajaran pendidik di seluruh sektor.
"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," katanya.
Baca juga: Hindari penipuan SIM Swap, masyarakat diajak ganti password berkala
Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat mewujudkan daerah sebagai status layak anak.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh guru PAUD dan TK terus menguatkan sinergi dan kolaborasi secara aktif menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.
"Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing," kata dia.
Baca juga: Penerimaan pajak daerah Tangerang capai Rp1,49 triliun
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengharapkan sosialisasi pencegahan kekerasan yang melibatkan para guru dan peserta didik berasal dari 29 kecamatan di daerah itu bisa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan.
Ia mengharapkan ke depan Kabupaten Tangerang mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
"Kita akan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," katanya.
Baca juga: Di Tangerang, ada 51 pengaduan pencemaran lingkungan di Januari-Juni
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.