Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menggratiskan peserta keluarga berencana (KB) dari keluarga miskin dan miskin ekstrem desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tati Rohaeti di Lebak, Rabu, mengatakan pemerintah daerah menggratiskan peserta akseptor KB dari keluarga tidak mampu dan masuk kategori desil 1 dan desil 2, terlebih mereka memiliki BPJS PBI.

Namun, jika BPJS PBI itu sudah tidak aktif, juga bisa dilayani secara gratis dengan menyertakan foto copy KTP.

Baca juga: Guna wujudkan kesejahteraan, Pemkab Lebak optimalkan gerakan KB

Karena itu, pihaknya minta masyarakat khususnya pasangan usia subur (PUS) agar menjadi peserta metode kontrasepsi KB modern, seperti pil, IUD, suntik, kondom, implan, MOW dan MOP.

"Semua pelayanan KB di fasilitas kesehatan, seperti posyandu, klinik, puskesmas hingga rumah sakit gratis bagi masyarakat tidak mampu," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya mengoptimalkan agar masyarakat khususnya PUS menjadi peserta aktif KB guna membangun keluarga sejahtera dengan dua anak.

Berdasarkan data jumlah PUS di Kabupaten Lebak 233.586 orang, sedangkan peserta metode KB modern mencapai 166.945 orang atau 75,75 persen dari total PUS.

Baca juga: Pemkab Lebak ingatkan pentingnya KB untuk kualitas hidup keluarga

Kebanyakan PUS didaerah itu lebih memilih KB suntik karena relatif aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

"Kita mengapresiasi program KB di Lebak cukup berhasil hingga mencapai 75,75 persen di antaranya memberikan pelayanan gratis itu," katanya menjelaskan.

Ia menjelaskan, selama ini, pencapaian KB di Kabupaten Lebak dinilai berhasil, karena metode kontrasepsi modern dengan unmetneed atau PUS yang ingin menunda, menjarangkan jarak kelahiran, berhenti memiliki anak, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi relatif kecil.

"Kita optimistis pencapaian metode kontrasepsi modern lebih tinggi hingga di atas pencapaian 75,75 persen," katanya.

Baca juga: Kota Tangerang canangkan inovasi keluarga berkualitas di 104 kampung



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026