Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyebutkan pembangunan 267 unit rumah dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) rampung Juli 2026 dengan dana Rp5,2 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Kepala Seksi Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lebak Adang Sutarya di Lebak, Selasa, mengatakan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui BSPS tengah dikerjakan dan masyarakat yang mendapatkan bantuan program tersebut dari keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan 4 sesuai data Kementerian Sosial.
Berdasarkan data jumlah rumah warga yang tidak layak huni di Kabupaten Lebak di atas 40 ribu unit.
"Kami berharap pembangunan rumah layak huni yang tersebar di 104 desa dan kelurahan agar kehidupan masyarakat menjadi lebih nyaman, sehat dan sejahtera," katanya.
Baca juga: Hingga Mei 2026, realisasi pajak daerah Lebak tembus Rp88,66 miliar
Menurut dia, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Program BSPS Rp5,2 miliar untuk 267 unit rumah, dengan setiap rumah mendapatkan dana stimulan Rp20 juta.
Dari Rp20 juta itu, di antaranya Rp17,5 juta untuk keperluan membeli material bangunan dan Rp2,5 juta biaya tukang.
"Kami mengapresiasi pembangunan rumah layak huni berjalan lancar dan dipastikan kualitasnya cukup bagus dan rampung Juli mendatang," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan pembangunan rumah melalui program BSPS itu sesuai dengan kebijakan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki, khususnya terkait dengan percepatan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
Baca juga: Hadapi kemarau panjang, BPBD Lebak berlakukan status siaga
Saat ini, kondisi rumah tidak layak huni di daerah itu perlu dilakukan bantuan dana stimulan untuk perbaikan menjadi layak huni.
Selain itu juga pihaknya mengajukan usulan pada Pemerintah Pusat sebanyak 10.800 rumah tidak layak huni melalui aplikasi Sibaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Kami berharap usulan itu bisa direalisasikan untuk pembangunan rumah layak huni," katanya.
Sementara itu, Mulyadi, warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa lega mendapatkan Program BSPS, sehingga keluarga bahagia dengan kondisi rumahnya layak huni dan tidak ketakutan roboh diterpa angin.
Selain itu, memiliki kamar mandi, cuci dan kakus, sehingga dapat menyehatkan keluarga.
"Kami berharap Juli 2026, kondisi rumah layak huni sudah bisa ditempati bersama keluarga," katanya.
Baca juga: Harga jagung pipilan di Lebak alami kenaikan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.