Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melakukan pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari kualitas makanan yang disajikan, distribusi kepada peserta didik, serta aspek keamanan pangan.

"Program ini bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan mereka memperoleh asupan gizi yang baik untuk mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, dan perkembangan fisik maupun mental," kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Tangerang, Selasa.

Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan gizi anak merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Karena itu Pemkot Tangsel mendukung penuh pelaksanaan Program MBG sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing pada masa depan.

Baca juga: Wagub Dimyati minta APJI beri pelatihan boga pengelola dapur MBG

Menurutnya, kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh akses pendidikan yang baik, tetapi juga oleh terpenuhinya kebutuhan gizi anak sejak usia dini hingga usia sekolah.

Melalui Program MBG, pemerintah berupaya memastikan peserta didik mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

"Kebutuhan gizi anak menjadi prioritas pembangunan SDM. Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar, lebih produktif, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi unggul pada masa depan," ujarnya.

Baca juga: Untuk tenaga pendidik dan santri, Pemkot Serang perluas manfaat MBG

Ia mengatakan Pemkot Tangsel terus mendukung pelaksanaan Program MBG melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), sekolah, serta berbagai pihak terkait agar program tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa," ujarnya.

Benyamin menjelaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas SDM. Oleh karena itu investasi pada sektor kesehatan dan pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan program pemenuhan gizi bagi anak-anak.

"Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik, mereka dapat belajar dengan lebih optimal. Pada akhirnya hal itu akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah di masa mendatang," jelasnya.

Baca juga: KPK dukung penuh program MBG dengan penguatan pencegahan korupsi

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG, mulai dari pemerintah pusat, penyelenggara program, tenaga pendidik, hingga para orang tua siswa.

Menurut Benyamin, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program karena upaya meningkatkan kualitas gizi anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara berkesinambungan.

"Pembangunan SDM merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Program MBG, kita ingin memastikan anak-anak di Kota Tangerang Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan meraih masa depan yang lebih cerah," katanya.

Baca juga: Pemprov Banten tegaskan OPD harus responsif tangani masalah warga



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026