Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten memberlakukan status  siaga menghadapi musim kemarau panjang agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kami telah melakukan mitigasi kebencanaan dan memetakan 23 kecamatan di 90 desa masuk daerah rawan kekeringan akibat kemarau itu," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta dalam keterangan di Lebak, Selasa.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kemarau panjang berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Baca juga: Hingga Mei 2026, realisasi pajak daerah Lebak tembus Rp88,66 miliar

BPBD Lebak kini memfokuskan pencegahan dan penanganan dampak bencana alam akibat kekeringan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia menjelaskan potensi kekeringan tersebut dapat mengancam krisis air bersih dan rawan serangan penyakit menular serta ancaman gagal panen, serta kebakaran permukiman.

Oleh karena itu, pihaknya berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, dan PLN.

"Kami dalam waktu dekat itu akan melaksanakan rapat bersama untuk pencegahan dan penanganan bencana alam akibat kemarau itu," katanya.

Baca juga: Warga Lebak diajak waspadai penyakit musim kemarau

BPBD Lebak kini siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehubungan musim kemarau.

Selain itu menyiagakan tiga kendaraan tangki untuk menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Permintaan air bersih bisa dilakukan melalui WhatsApp kepada petugas BPBD, sedangkan penyaluran secara dan gratis.

Pihaknya juga siap menerima laporan petani tentang kesulitan air untuk areal persawahan, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian setempat.

Selain itu, laporan kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular untuk selanjutnya ditangani Dinas Kesehatan.

Baca juga: Harga jagung pipilan di Lebak alami kenaikan

"Kami menyiagakan petugas itu agar dapat ditangani berbagai permasalahan kekeringan dengan melibatkan instansi terkait," kata Sukanta.

Sejumlah warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak menyatakan di wilayah itu jika musim kemarau panjang dipastikan kekeringan hingga krisis air bersih.

Bahkan, saat ini sumur bawah tanah mulai terjadi penyusutan air sejak beberapa peka, karena di daerah ini tidak diguyur hujan.

"Jika terjadi kekeringan akibat iklim El Nino dipastikan akan meminta bantuan pasokan air bersih kepada BPBD setempat," kata Rohman, warga Wanasalam.

Baca juga: Bulog Lebak-Pandeglang tekan inflasi lewat " Rumah Pangan Kita "



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026